Thursday, December 8, 2011

Pemerintah Produksi Kapal Perang TNI AL

Peralatan kapal akan menggunakan bahan baku dalam negeri.

Kapal Perang KRI banjarmasin buatan PT PAL Indonesia (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews – Pemerintah RI segera memodernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) Tentara Nasional Indonesia. Alokasi dana untuk modernisasi persenjataan itu bernilai Rp150 triliun.

“Alokasi dana untuk modernisasi Alutsista TNI pada 2010 - 2014 sebesar Rp150 trilyun, terdiri dari US$6,5 miliar pinjaman pemerintah. Sebihnya menggunakan alokasi APBN atau pinjaman dalam negeri,” kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat meninjau produksi alutsista di Galangan 1 Dok PT Perkapalan Kodja Bahari, Jakarta Utara, Kamis 8 Desember 2011.

Sjafrie menambahkan, untuk tahun 2012, akan dialokasikan dana sebesar Rp12 Triliun. Namun, kata dia, alokasi tersebut akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan negara. “Yang terpenting adalah manajemen produksi dan anggaran harus ketat, sehingga kualitas produksi dengan kualitas manajemen berjalan baik,” ucapnya.

Untuk modernisasi Alutsista TNI Angkatan Laut, kata Sjafrie, pemerintah akan membuat kapal jenis kombatan dan nonkombatan, seperti kapal tanker dan beberapa kapal lainnya. “Kecuali mesin, semua peralatan di kapal itu dibuat dari bahan, dan dikerjakan di dalam negeri,” terang Sjafrie.

Saat ini, pengerjaan kapal masih pada tahap memproduksi peralatan kapal yang seluruh bahannya dari dalam negeri. Baja yang digunakan, ujar Sjafrie, dari Krakatau Steel. Sementara untuk mesin, pembuatan dilakukan dengan kolaborasi. “Di dunia, tidak ada industri pertahanan yang berdiri sendiri. Walau kolaborasi, tapi mayoritas dari dalam negeri,” Sjafrie menjelaskan.

Pembuatan kapal TNI AL, kata Sjafrie, akan dikerjakan oleh PT Perkapalan Kodja Bahari. Dalam pelaksanaan pembuatannya, perusahaan BUMN itu akan diberi pendamping dari pihak Angkatan Laut dan Kementerian Pertahanan.

“Sekarang kita melihat sejauh mana kesiapannya. Technical representative dari AL dan Kemenhan akan mendampingi proses pengerjaannya,” tutur Sjafrie. Pembuatan alutsista tersebut akan diawasi dan diaudit. “Audit untuk memastikan seluruh anggaran negara yang dikeluarkan untuk modernisasi, benar-benar terkaji,” ujar Sjafrie. (Laporan Arnes Ritonga|np).



VIVAnews

No comments:

Post a Comment