Monday, December 19, 2011

Telkomsel Harapkan Jaringan Kabel Laut Maluku-Papua Segera Terwujud


REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Telkomsel mengharapkan pembangunan jaringan bawah laut yang tengah di bangun di wilayah bagian timur Indonesia oleh PT Telkomonikasi Indonesia segera realisasi.

"Kami berharap transmisi yang sementara dibangun PT Telkom segera realisasi, sehingga dapat mengakomodir kekurangan jaringan di wilayah Papua dan sekitarnya," kata General Manager Sales Telkomsel Wilayah Sulawesi dan Papua, Haris Wijaya, Senin.

Buruknya jaringan di wilayah Papua dan sekitarnya, kata Haris disela Gethering Pers mengaku kesulitan dalam hal pembangunan infrastruktur untuk peningkatan jaringan. Tetapi dengan adanya pembangunan jaringan bawah laut akan sangat membantu.

"Pembangunan jaringan bawah laut itu seperti halnya jembatan yang dapat menghubungkan pulau satu dan lainnya, maka dengan itu sangat membantu kita dalam hal jaringan," jelasnya.

Rencana jaringan serat optik bawah laut yang dipasang PT Telkom Indonesia menghubungkan Manado-Papua-Timika tengah dikerjakan hingga akhir tahun ini. Sementara jaringan optik di Maluku dan Papua dibangun pada tahun ini akan selesai secara parsial pada 2012 dan keseluruhannya perampungan nanti di 2014.

Kapasitas dan jangkauan jaringan serat optik Papua-Maluku menjadi 120 Gbps pada 2015, dengan demikian total belanja modal sebesar Rp 21,79 triliun.

Vice Presiden Area Pamasuka Agus Muliadi mengatakan, untuk peningkatan dalam melayani pelanggan telkomsel sebanyak 105 juta, rencananya akan menambah 700 BTS (Base Transceiver Station) dari jumlah total sebelumnya yaitu1064 BTS.

"Dengan penambahan BTS diharapkan jaringan akan lebih baik sehingga tidak ada lagi masalah dikemudian hari. Kita terus melakukan perbaikan perbaikan dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, disela kunjungan Pers di Kantor Pusat Telkomsel Wisma Mulia jalan Gatot Subroto Jakarta, Supervisor Network Program Telkomsel Hendry mengatakan kepada wartawan, pihaknya terus melakukan monitoring selama 24 jam nonstop untuk mengatasi ganguan jaringan di tiap BTS bagi daerah Sumalirja, Sulampapua, Sumbagteng dan lainnya.

"Kita monitoring terus selama 24 jam, bila ada BTS yang bermasalah akan bunyi alarm dan segera kami tidak lanjuti dan segera diperbaiki. Rata-rata permasalahan jaringan akibat cuaca buruk dan ganguan kecil lainnya," katanya di ruang Operation Maintenance Center.

Di ruang tersebut, sebutnya sejumlah titik-titik kerusakan akan tampil dilayar sehingga akan mudah didetksi dimana terjadi kerusakan dan masalah jaringan. "Kalau ada kesalahan dan masalah misalnya daerah Sulawesi, Maluku, dan Irian Jaya akan kelihatan disini jadi mudah dideteksi," sebutnya sambil menunjuk monitor besar yang ada di ruangan tersebut.


Republika

No comments:

Post a Comment