Wednesday, December 7, 2011

81% Pengguna Internet Minta Tarif Diturunkan

Mayoritas pelanggan menyukai layanan data dengan pola berlangganan unlimited.

Dari survey, diketahui pula bahwa saat ini mayoritas pelanggan menyukai layanan data dengan pola berlangganan unlimited. Jumlahnya mencapai 88 persen. (VIVAnews)

VIVAnews - Menurut survey yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) terhadap pengguna layanan telekomunikasi dari berbagai latar belakang, terungkap bahwa mayoritas responden menganggap tarif layanan Internet saat ini masih mahal.

Sebanyak 81,25% responden menginginkan bahwa tarif untuk layanan data diturunkan.

"Pengguna menginginkan penurunan tarif dengan batasan maksimal hingga Rp50 ribu per bulan. Responden juga menginginkan kualitas jaringan dan customer service yang lebih baik," kata Kamilov Sagala, Direktur Eksekutif LPPMI di Jakarta, 7 Desember 2011.

Selain itu, kata Kamilov, pengguna menyebutkan, kecepatan ideal yang mereka inginkan juga tidak terlalu muluk misalnya di atas 1 atau sampai 10Mbps. "Cukup hanya 512Kbps saja. Tetapi dedicated tanpa putus," ucapnya.

Dari survey, diketahui pula bahwa saat ini mayoritas pelanggan menyukai layanan data dengan pola berlangganan unlimited. Jumlahnya mencapai 88 persen. Adapun pengeluaran rata-rata untuk layanan data adalah Rp50 ribu sampai Rp 100 ribu.

"Meski ada juga yang di atas Rp100 ribu, tetapi dari penelitian kali ini, tidak ditemukan responden yang pengeluaran perbulannya untuk akses layanan data di atas Rp 500 ribu,” ucap Kamilov.

Dari sisi kualitas layanan, 43,75 responden menyebutkan, layanan customer service operator penyedia layanan data jelek. Demikian pula dengan sistem billing. Sekitar 43,75 persen mengaku pernah mengalami masalah dengan tagihan layanan data mereka.



VIVAnews

No comments:

Post a Comment