Wednesday, November 16, 2011

Soal "Server" di Indonesia, RIM Masih Tak Jelas

KOMPAS.COM/TRI WAHONO-Gregory Wade, Managing Director SEA RIM saat memperkenalkan BlackBerry Torch di Jakarta, Kamis (23/9/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Research in Motion (RIM) selaku produsen Blackberry belum menyatakan secara jelas kesediaannya untuk membangun server di Indonesia. Padahal, pertumbuhan pelanggan Blackberry di Indonesia meningkat 10 kali lipat dalam waktu 24 bulan terakhir.

Regional Managing Director Asia Timur RIM Gregory Wade mengatakan, pembangunan server di salah satu negara akan memperlancar pengiriman pesan atau fitur-fitur Blackberry.

"Kami akan tetap membangun infrastruktur yang akan memperlancar penggunaan fitur-fitur Blackberry. Kami sudah berinvestasi banyak tentang hal ini, terutama kapasitas bandwidth," ungkap Wade selepas peluncuran Blackberry 9790 dan 9380 di Jakarta, Selasa (15/11/2011).

Pemerintah Indonesia sebelumnya menagih janji RIM untuk membangun server, membuka layanan purnajual, dan penyediaan akses penyadapan Blackberry oleh pihak Kepolisian. Pemerintah berharap hal ini bisa dipastikan sebelum 31 Desember 2011.

Meski tidak spesifik untuk membangun server di Indonesia, RIM sudah menyatakan kesediaannya. Masalahnya, belum jelas di negara mana server tersebut akan dibangun selain di Kanada.

Kendati demikian, RIM juga tidak mau disebut sebagai produsen yang melupakan pasar terbesarnya itu. Dalam sambutannya, RIM berjanji akan terus berkomitmen dengan Indonesia melalui perluasan mitra bisnis, terutama jaringan distribusinya. Rencananya, RIM akan membangun hampir 50 Blackberry Expert Center yang akan menawarkan dukungan purnajual dan sejumlah gerai ritel resmi Blackberry.

Layanan Blackberry Expert memungkinkan pengguna bisa mencoba perangkat Blackberry secara gratis dan menanyakan secara jelas fitur-fitur yang ada di Blackberry. Sebagai tahap awal, RIM akan membuka layanan tersebut pertama kali di Kelapa Gading pada Rabu (16/11/2011) ini.

Terkait kantor perwakilan di Indonesia, RIM baru akan memikirkan untuk membangunnya. "Kami sedang mencari ruangan yang cocok dalam waktu dekat," jelasnya singkat.


KOMPAS

No comments:

Post a Comment