Tuesday, November 1, 2011

Menristek Dorong Swasta Kembangkan Green ICT

"Industri teknologi hijau akan menjadi penopang pembangunan berkelanjutan."

Menkominfo Tifatul Sembiring (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews
– Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, mendorong pihak swasta untuk mengembangkan riset dan teknologi yang berbasis teknologi hijau (Green Information, Communication, and Technology – Green ICT).

Untuk mempercepat kemajuan riset dan teknologi di Indonesia, Menristek juga mendorong konsep kolaborasi antara akademisi, pengusaha swasta, dan pemerintah. Menurut Gusti, selama ini embrio pengembangan riset dan teknologi di bidang lingkungan hidup sebenarnya sudah banyak, tapi terhambat banyak kendala, khususnya dana dan aplikasi.

“Dengan inisiatif dari sektor swasta, para ilmuwan 'hijau' di Indonesia bisa lebih berkarya, dan manfaatnya bisa segera dinikmati masyarakat, khususnya para pengguna ICT yang saat ini mencapai lebih dari 150 juta orang,” kata Gusti dalam konferensi internasional bertajuk ‘Green ICT for Asia’ di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Selasa 1 November 2011.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, yang juga menghadiri konferensi tersebut, mendorong hal serupa. “Kalau industri ICT sudah semakin hijau, maka sektor lainnya juga akan semakin cepat beralih ke teknologi hijau, sehingga bisa tercipta industri teknologi hijau. Nah, ini yang akan menjadi penopang sekaligus pendorong pembangunan berkelanjutan di setiap sektor,” terang Tifatul.

PT Bakrie Telecom selaku penggagas konferensi itu berpendapat, industri ICT harus berperan lebih besar dalam mengurangi tingkat emisi karbon dan efek rumah kaca. Presiden Direktur Bakrie Telecom, Anindya Novyan Bakrie, mengatakan, ada 3 alasan kenapa teknologi hijau perlu lebih ditingkatkan.

Pertama, pertumbuhan ICT yang pesat memiliki peran paling besar dalam mendorong pertumbuhan konsumerisme dunia, khususnya di Asia. Kedua, industri ICT menyumbang 2-3 persen dari total emisi karbon dunia. Ketiga, penelitian membuktikan bahwa penggunaan teknologi hijau bisa mengurangi lebih dari 15 persen total emisi karbon dunia. “Kemampuan itulah yang menjadikan Green ICT sebagai sebuah keharusan,” jelas Anindya.

PT Bakrie Telecom menggagas konferensi ini bersama Malk Sustainability Partners dan Global e-Sustainabilty Initiatives.

Laporan M. Arief Hidayat



VIVAnews

No comments:

Post a Comment