Tuesday, December 21, 2010

untuk apa belajar fisika ?


Ketika sedang asyik membaca materi fisika, tiba-tiba pertanyaan ini mucul dalam pikiran saya. Akhirnya saya tertarik sekali untuk menuangkan beberapa pemikiran sederhana sebagaimana seperti yang anda baca saat ini. Sejauh ini apa motivasi anda untuk belajar fisika ? untuk apa menghabiskan waktu anda untuk belajar fisika ? Cobalah diam dan berpikir sejenak… jawablah dengan jujur kepada diri sendiri. Setiap jawaban yang anda berikan menggambarkan motivasi pribadi dan tentu saja sangat menentukan hasil belajar anda. saya sendiri DWI WAHYU FEBRIANTO mengalami kesulitan itu .

Mengapa harus ada pertanyaan seperti ini ? sadar atau tidak, setiap pagi pasti anda harus pergi ke sekolah. Setelah kegiatan belajar selesai, siang hari-nya kembali lagi ke rumah. Mungkin semua kegiatan sehari-hari banyak dihabiskan dengan segala urusan yang berbau sekolah. Ini sudah dilakukan sejak anda masih TK atau SD dan berlanjut terus hingga sekarang. Jadi sudah menjadi hal yang biasa. Tapi apakah anda sadar, untuk apa melakukan semuanya itu ? Jika tidak pernah mengajukan pertanyaan ini, maka saran dari gurumuda sebaiknya segera dilakukan. Coba duduk diam sesaat, mungkin malam hari sebelum tidur dan bertanyalah pada diri sendiri : “untuk apa saya sekolah ? untuk apa saya harus repot2 belajar fisika ?”. Setiap jawaban yang anda berikan akan mempengaruhi dan menggambarkan kondisi belajar anda saat ini… tanpa anda sadari.

Dilakukan secara berurutan ya….

1. Pahami Konsep

Ini syarat utama dan tujuan kita belajar fisika. Konsep itu apa ? coba baca materi fisika di blog ini. Penjelasan panjang lebar dan bertele-tele mengenai suatu pokok bahasan itu adalah konsep (yang bukan rumus). Sederhananya seperti itu… ingat ya, ibarat perang, konsep itu amunisi alias peluru dkk… kalau anda tidak punya amunisi, anda pasti kalah. Kalau anda belum paham konsep, anda belum belajar fisika. Dan tentu saja anda akan kalah dalam pertempuran melawan soal-soal fisika.

2. Pahami penurunan rumus

Coba pahami bagaimana suatu rumus diturunkan. Contoh : rumus Energi Potensial EP = mgh itu asalnya dari mana ? Semuanya telah saya jelaskan di setiap materi fisika yang dimuat di blog ini… sekali lagi, saya meminta anda memahami proses penurunan rumus. bukan menghafal… tujuannya agar anda tahu dari mana asal rumus tersebut.

3. JANGAN HAFAL RUMUS

Sebaiknya anda jangan menghafal rumus, apapun itu. Memang kadang kepada anda tidak dijelaskan konsep fisika dengan baik, tapi hanya disodorkan rumus. Secara tidak langsung anda disuruh menghafal rumus. anda kena batu ketika menemukan soal yang tidak cocok dengan satu rumus pun. Padahal anda punya banyak koleksi rumus. Saya menulis berdasarkan pengalaman saya selama bergulat dengan fisika sejak SMP. Kalau anda mau belajar fisika dengan saya, patuhi aturan emas ini. Jangan Hafal Rumus ! percuma anda hafal rumus tapi tidak mengerti konsep fisika… Rumusnya dipahami saja.

4. Sering kerjakan latihan soal

Mengapa saya meminta anda mengerjakan latihan soal sesering mungkin ? Kalau anda sering mengerjakan soal fisika, dengan sendirinya rumus diingat. Anda juga semakin memahami konsep fisika. Ingat waktu pertama kali belajar naik sepeda atau sepeda motor ? rasanya sulit sekali… bahkan mungkin jatuh berulangkali… sama saja dengan fisika. Jika anda sering latihan soal, jam terbang anda makin tinggi. Kerjakan soal dari yang termudah ya.. setelah soal yang mudah ditaklukan, baru lanjut ke soal yang sulit.

ada juga tips dari guru fisika nih.. hehe :D :D

Amatilah segala sesuatu di sekitar anda

Amatilah segala sesuatu di sekitar anda, apa pun itu. Sekali lagi, saya meminta anda untuk mengamati, bukan melihat. Mengamati berarti melihat dengan pikiran dan perasaan, bukan hanya sekedar menatap sepintas. Amatilah pohon-pohon di sekitar anda, dari warna dedaunan yang hijau hingga buahnya yang ranum dan mengundang selera. Amatilah segala sesuatu yang ada di dalam rumah anda, dari kamar pribadi, dapur hingga kamar rekreasi keluarga. Ketika berangkat ke sekolah, amatilah motor kesayangan anda, juga mobil-mobil di jalan raya. Ketika mandi di kolam renang, coba amati orang-orang yang berenang atau bahkan anda juga bisa mengamati diri sendiri sambil berenang. Pada malam air, cobalah menatap ke langit, nikmatilah indahnya cahaya bintang sambil mengamati dengan saksama. Ketika memasak di dapur, amatilah setiap proses yang anda saksikan, demikian juga ketika memanaskan air atau bahkan hanya merebus mi sedap kesukaan anda. Ketika mobil atau motor anda rusak dan terpaksa harus digiring ke bengkel, amatilah segala sesuatu yang terjadi di sana. Intinya, amatilah dengan saksama segala sesuatu yang terjadi di sekeliling anda atau yang anda jumpai.

Bertanyalah kepada diri sendiri

Setelah puas mengamati segala sesuatu yang ada di sekeliling anda, cobalah bertanya dalam hati, mengapa ….. ? bagaimana ………. ? bertanyalah kepada diri sendiri. Misalnya ketika anda berada di kolam renang, cobalah bertanya, mengapa orang itu tidak tenggelam ? batu yang mungkin sangat kecil saja tenggelam, lalu mengapa orang tersebut (atau saya) tidak tenggelam ?

Ketika berada di dapur, sambil memasak atau mungkin anda hanya sekedar mengamati ibu atau pembantu memasak makanan, cobalah untuk mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, mengapa air yang dipanaskan mendidih dan menjadi panas ? bagaimana hal itu terjadi ?

Atau ketika berada dibengkel, cobalah bertanya, mengapa mobil bisa terangkat hanya dengan alat tersebut ? bagaimana cara kerja alat tersebut ?

Ketika sedang mengendarai motor, amatilah speedometer dan cobalah bertanya, mengapa jarum speedometer berubah-ubah ketika laju motor saya berubah-ubah ? bagaimana cara kerjanya ? mengapa motor bisa bergerak ? mengapa klaskson bisa berbunyi ketika tombolnya ditekan ?

Ketika sedang berada di rumah pada malam hari, amatilah lampu listrik yang menerangi ruangan kamar anda. Mengapa lampu listrik menyala ? ketika menonton tv, bertanyalah, bagaimana sehingga saya bisa melihat gambar bergerak dan mendengar suara di televisi ? bagaimana hal itu bisa terjadi ?

Ketika hendak menelpon pacar anda atau hanya sekedar sms, bertanyalah, mengapa sms bisa terkirim ? mengapa pacar saya bisa mendengar suara saya ? bagaimana menjelaskannya ?

Amatilah pohoh atau bunga di sekitar anda, mengapa daunnya berwarna hijau, bukan hitam ? mengapa segala sesuatu di sekitar saya berwarna-warni ? warna itu apa sich ?

mengapa saya hanya bisa melihat ketika ada cahaya, sedangkan pada malam yang gelap tidak ?

cobalah bertanya kepada diri anda dengan mempersoalkan apa saja yang anda amati.

Anda tidak dapat menjelaskan semua hal tersebut ? mengapa tidak bertanya kepada ilmu fisika ? Fisika dengan mudah menjelaskan semuanya…. Tidak percaya ? teruskan membaca tips berikutnya….

Bertanyalah kepada buku-buku fisika,

guru fisika anda atau oM google (internet).

Pelajarilah buku-buku fisika, cobalah bertanya kepada guru fisika anda atau jika guru belum bisa menjawab, cobalah bertanya kepada om google. Ketikan pertanyaan anda + enter, maka google akan membimbing anda untuk menemukan jawabannya.

Pelajarilah konsep fisika di sekolah

Pahamilah konsep-konsep fisika selama pembelajaran fisika di kelas. Jika guru anda hanya menjelaskan rumus-rumus atau selalu mengajarkan anda untuk menyelesaikan soal hitungan, cobalah untuk mempelajari konsep fisika dari buku-buku fisika. Sekali lagi, pelajarilah konsep terlebih dahulu konsep fisika dan pahami maknanya. Kaitkanlah pelajaran fisika dengan pertanyaan-pertanyaan yang anda ajukan tadi, lalu berusahalah menemukan jawabannya.

Jika memahami dengan baik konsep-konsep fisika, anda akan dengan mudah menjawab semua pertanyaan tadi. Kadang, satu konsep saja tidak cukup. Anda harus memahami beberapa konsep. Misalnya ketika anda bertanya, mengapa ada petir di musim hujan ? bagaimana terjadinya petir ? untuk menjelaskannya, anda harus memahami konsep-konsep listrik statis. Untuk itu anda coba mempelajarinya lalu cobalah untuk menjawab pertanyaan anda tadi.

Ingat, jika anda sudah memahami konsep-konsep fisika dengan baik dan benar, rumus-rumus akan dengan mudah anda pahami. Serius…. :) Jadi jangan rumusnya duluan rumus yang dipelajari, tetapi konsep-konsepnya.. Nah, mulailah dengan mempertanyakan segala sesuatu di sekitar anda untuk memicu belajar konsep fisika.

Sekali lagi, mulailah dengan konsep. Konsep itu apa ? cobalah baca modul belajar fisika yang ada di rumah anda. Baca salah satu pokok bahasan. Misalnya perpindahan, kecepatan dan percepatan. Penjelasan panjang lebar mengenai perpindahan atau kecepatan (yang bukan rumus), itu adalah konsep-konsep…. Sederhananya seperti itu.

Lakukanlah eksperimen

Jika pertanyaan anda membutuhkan pembuktian kecil2an melalui eksperimen, silahkan melakukan percobaan alias eksperimen. Mungkin eksperimen kecil-kecilan dahulu untuk menemukan jawaban atas pertanyaan anda. Jika belum puas, cobalah melakukan eksperimen yang lebih besar. Sekali lagi kalau anda bingung, tanyalah ke buku, guru fisika atau internet. :)

Jika anda melakukan tips di atas, anda mirip eyang Albert Einstein ;) , kakek Newton dan lain-lain. Bukan rambutnya yang mirip, tetapi cara belajarnya. Cara belajar ilmuwan alias fisikawan seperti itu. Awalnya bertanya karena ada masalah, baik masalah itu mereka munculkan sendiri (dengan bertanya kepada diri sendiri) atau persoalan tersebut sudah ada sebelumnya namun belum dipecahkan, setelah itu ilmuwan mencoba menemukan jawabannya, baik dengan mempelajari konsep fisika yang berkaitan, menguasai kemampuan matematika dan juga melakukan eksperimen alias percobaan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan tersebut. Ilmuwan juga bisa mengajukan teori baru jika teori lama tidak sesuai dengan hasil yang mereka temukan. Serius benget bacanya, hehe…….. :)

No comments:

Post a Comment

Post a Comment