Tuesday, January 18, 2011

Alarm

gambar dari sini

Kenalkah anda dengan alarm? Pertanyaan konyol yang tidak perlu dijawab. Tentu saja hampir semua orang mengenal alarm. Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan (definisi dari wikipedia). Berupa-rupa jenis alarm, alarm maling (dipasang di rumah, mobil, motor, mungkin sebentar lagi sepeda :P --sepeda sekarang kan tambah mahal--), alarm pengingat (menempel di jam weker sampai telephone genggam), sampai dengan alarm bencana (penanda tsunami, gempa bumi, gunung meletus). Hampir semua orang, saya percaya, pernah berhubungan dengan alarm, terutama alarm pengingat. Lebih sering, terutama untuk saya, menggunakan alarm pengingat dan alarm pembangung tidur. Dan lebih seringnya lagi, saya menjadi pengkhianat untuk alarm yang dengan setia mengingatkan tepat pada waktunya :D. Mungkin jika alarm punya mulut dan hendak mengeluarkan isi hatinya sudah marah-marah dengan saya yang hampir selalu mematikan alarm yang saya setting sendiri.

Ada satu jenis lagi alarm. Alarm yang ini tidak perlu repot mencari kemana-mana. Tak perlu juga bersusah mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan. Alarm dagdigdug namanya. Terderang lucu? Eeeh, jangan salah. Fungsinya teramat penting (lebih penting dari alarm pengingat ultah orang terkasih :D) dan sistemnya teramat rumit (lebih rumit dari alarm rumah yang dioperasikan jarak jauh dengan HP, nah lo!). Kenapa? Karena alarm ini (seharusnya) ada di setiap individu yang masih mengaku sebagai manusia waras (termasuk saya).

Alarm ini bekerja ketika saya hendak melakukan sesuatu yang salah. Ngomong gak bener (bahasa kerennya berbohong), ngambil barang milik orang lain, sampai ngedumel. Pastinya ada alarm dagdigdug yang membuat jantung terasa tidak nyaman untuk berdetak. Alarm ini membuat rasa tidak nyaman sehingga ketika alarm ini mulai bekerja tiba-tiba merasa ingin menghilang dari semua orang. Sebagai contoh, orang yang naik kereta api tanpa tiket, pasti merasa dagdigdug sepanjang perjalanan kereta api takut ketahuan kondektur.

Berbeda dengan alarm-alarm yang nurut terus dengan empunya, alarm dagdigdug tidak selamanya bersama dengan individu yang diikutinya. Sekali alarm dagdigdug dikhianati, diacuhkan keberadaannya, maka dia akan menghilang. Contohnya para koruptor dan om gayus yang dengan santainya melakukan hal buruk berulang kali.

Cara memelihara alarm dagdigdug sangat mudah dan tidak membutuhkan biaya alias gratis. Bukankah lebih suka barang gratis? :D. Cukup dengan setia dan jangan mengacuhkan peringatannya. Lebih baik lagi jika diikuti dengan usaha lebih mendekat kepada-Nya. Karena alarm dagdigdug adalah anugerah yang tidak ternilai yang diberikan oleh Allah. Semakin mengenal-Nya dan patuh pada-Nya, alarm dagdigdug juga akan semakin kuat mengingatkan.

Bersyukurlah bagi yang masih memiliki alarm dagdigdug.

No comments:

Post a Comment