Showing posts with label Robot. Show all posts
Showing posts with label Robot. Show all posts

Sunday, January 15, 2012

16 tim robot bertarung di Unhas

Universitas Hasanuddin Makassar (fanimeyrina.blogspot.com)

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 16 tim robot mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Pulau Sulawesi bertarung dalam babak penyisihan "Celebes Robot Kontes 2012" di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sabtu.

Di hari pertama kompetisi ketangkasan robot di gedung Pusat Kegiatan dan Penelitian (PKP), penyelenggara dari Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Elektro (Okje) Fakultas Tekhnik Unhas mempertandingkan 60 lebih partai yang terbagi dalam empat grup.

Grup A diisi Robo Red dari Politeknik Negeri Ujungpandang (PNPU) Jurusan Elektro, Law 02 Team Politeknik Palu, Robotron 02 Universitas Negeri Makassar (UNM) Elektronika, Cokstro Elektro Unhas, DRC Child STMIK Dipanegara Makassar.

Untuk grup B terdiri atas, TTR Promeru STMIK Dipanegara, Alpha Team Politeknik Palu, Robotron 1 UNM Jurusan Elektronika, Pataba Part 2 Tadulako, Robo Black PNUP Elektro.

Sedangkan, grup C dihuni Robo Gold PNUP Jurusan Elektro, Simpotove Politeknik Palu, Robocrab M01 PNUP Jurusan Mesin, dan Akrotech Universitas Tadulako.

Sementara grup D terdapat, Batiatus MPX4 Jurusan Mesin Unhas, TTR Seconderu STMIK Dipanegara, Robocrab M02 PNUP Jurusan Mesin, serta Rotari Palu Universitas Tadulako.

Hingga pukul 17.00 WITA, dari 40 partai babak penyisihan yang sudah dipertandingkan belum ada satupun tim robot yang menuntaskan semua rintangan untuk mendapatkan nilai 1 termasuk tim dari PNUP yang menjadi juara pada kontes yang sama di 2011.

Setiap tim menampilkan dua robot yakni robot manual dan robot otomatis yang bekerjasama membangun sebuah menara paling lambat tiga menit atau 180 detik.

Robot manual bertugas mengangkat tiga struktur bangunan yang berada di titik berbeda untuk disatukan menjadi sebuah menara pada satu titik.

Ketiga struktur bangunan ini memiliki lubang ditengah sehingga bisa tertembus sebuah tiang yang disiapkan oleh robot otomatis.

Selain menyiapkan stikpot, robot otomatis juga bertanggungjawab menuntaskan bangunan yakni memasang penutup menara.

Hampir seluruh tim robot yang bertarung menemui kesulitan untuk menggerakkan robot otomatis, kecuali salah satu robot dari peserta yang mampu mengangkan penutup menara ke tiga struktur bangunan yang sudah tersusun. Sayangnya pas saat diletakkan penutup menara tersebut jatuh.

Ketua panitia, Hasrianto, menjelaskan, setiap robot maksimal memiliki panjang, lebar maupun tinggi maksimal 30 centimeter (cm) sebelum bergerak dan maksimal berukuran 50 cm saat sedang bergerak atau mendekati sasaran.

Ia mengemukakan, seluruh babak penyisihan selesai hari ini, lalu dilanjutkan dengan semi final, final, dan penyerahan hadiah bagi pemenang, Minggu 15 Januari.

Hasrianto menambahkan, kontes ini menjadi ajang pemanasan bagi tim robot Perguruan Tinggi di Kawasan Timur Indonesia sebelum menjajal Kontes Robot Nasional dan Kontes Robot Cerdas Nasional 2012.


• ANTARA News

Friday, December 23, 2011

UI Raih Tiga Penghargaan di 13th International Robot Olympiad 2011

Ilustrasi--ANTARA/Ismar Patrizki/ip

JAKARTA--MICOM: Universitas Indonesia berhasil meraih penghargaan dalam ajang Kompetisi Robot Internasional The 13th International Robot Olympiad 2011 (IRO) di Jakarta yang berlangsung 15-18 Desember 2011.

Dalam ajang ini, UI mengirim tiga tim yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Komputer. Dua tim yaitu Inxscopoda yang terdiri dari Hadid Fadhila, Irvan JP Elliika dan Fredrick Sanjaya dan tim SMART-CUE (Novika Ginanto, Tito Apriano, dan Lasguido) meraih penghargaan dalam kategori Creative Robot dengan tema Robot for Helping People from Natural Disaster.

Tim Inxscopoda memperoleh medali perak dan peringkat 1 Polling Award pilihan Kaskuser yang merupakan kerjasama Kaskus dengan IRO. Sedangkan SMART-CUE meraih medali perunggu.

Sedangkan tim Si Gale-Gale (Crisman Wise PS dan Deny K Sihombing) yang ikut di kategori Robot Indonesiana meraih penghargaan Technical Award.

Kategori robot Indonesiana diharapkan mampu memunculkan robot-robot yang mampu melestarikan budaya Indonesia dengan menggabungkan antara budaya dan teknologi.

Robot Si Gale-gale merupakan robot yang menonjolkan seni budaya dan artistik yang mampu menirukan tarian tradisional batak (Sumatra Utara). Robot ini menggunakan sensor bunyi sehingga untuk aktifasinya hanya dengan menepukkan tangan.

Robot Si Gale-gale spesial karena dilengkapi dengan 21 actuator sehingga robot mampu bergerak dengan lebih luwes dan bebas serta gerakan/tariannya sesuai dengan tempo dan beat dari musik pengiringnya. (OL-04)


• MediaIndonesia

Thursday, December 22, 2011

Robot Cahaya Bohlam Dari Bandung

Illustrasi Pameran Robot

TEMPO.CO , Jakarta - Di bawah puluhan lampu bohlam, dua robot berjalan tersendat-sendat di atas meja. Lampu sebanyak itu bukan sekadar penerang. Dari cahaya itulah kedua robot menyerap tenaga untuk bergerak. Robot karya siswa SMP Negeri 7 Bandung ini menjadi juara pertama dan kedua di kategori Energy Saving Robot dalam Olimpiade Robot Internasional 2011.

"Tingkat kesulitan robot hemat tenaga ini tergolong tinggi bagi tim pelajar kelas VII-IX, yang baru dibentuk dua bulan sebelum lomba," kata Eril Mozef, pembimbing utama tim robot SMPN 7. Dia ikut melakukan riset robot bagi siswa asuhannya yang berlatih di ruang laboratorium IPA sekolah untuk menghadapi olimpiade yang diselenggarakan pada 14-18 Desember di Jakarta itu.

Energy Saving Robot dan Indonesiana merupakan kategori baru pada olimpiade kali ini. Kategori tersebut menantang peserta untuk membuat robot yang sanggup bergerak tanpa tenaga baterai, melainkan dari cahaya lampu sebagai pengganti sinar matahari. Sedangkan Indonesiana merupakan kategori yang melombakan robot berciri khas Indonesia.

Pada dua nomor baru ini, Indonesia berjaya ketimbang peserta dari negara lain. Pada kategori Energy Saving Robot kelas junior (8-12 tahun) dan Challenge (12-18 tahun), kemenangan direguk para pelajar Bandung tersebut. Sedangkan Felicia Emily dari SMAK 1 BPK Penabur meraih medali emas dari kategori Challenge.

Arena lomba Energy Saving Robot itu berukuran 120 x 160 sentimeter. Beralas karton manila putih, jalur garis (track) berjalan robot berupa tempelan stiker hitam berbentuk lingkaran untuk kategori junior. Garis hitam itu selebar 1-2 sentimeter dengan panjang total 2 meter. Sedangkan lintasan kategori Challenge, ujar Eril, berbentuk garis melingkar dengan kombinasi garis lurus, serta belokan 90 derajat.

Tepat di atas arena itu setinggi kira-kira 50 sentimeter dipasangi 63 lampu bohlam. Tiap lampu berdaya 40 watt itu berjarak 20 sentimeter. Namun, kata Eril, robot tidak bisa menyerap semua cahaya di arena. "Panel surya robot kami paling efektif bisa menyerap cahaya dari sembilan lampu bohlam atau 360 watt yang ada di dekatnya," kata dia. Kekuatan cahaya lampu itu setara dengan 1.000 lux. Dosen teknik elektro di Politeknik Negeri Bandung tersebut mengatakan Daya tersebut tergolong sangat kecil untuk tenaga penggerak robot.

Untungnya, mereka telah memiliki robot yang andal. Dari serangkaian uji coba di laboratorium sekolah, mereka berhasil membuat robot yang sanggup berjalan di bawah cahaya lampu berkekuatan hanya 300 lux. Saat latihan, ujar Eril, mereka memakai satu lampu halogen berkekuatan maksimal 500 watt, yang tingkat penerangan cahayanya diatur dengan rangkaian dimmer.

Saat lomba, salah satu robot peraih medali emas di kategori junior rakitan Azman Syah Barran, 13 tahun, sanggup menempuh jarak 1 meter atau setengah lingkaran. Itu pun tak mulus melaju. Sebab, tiap 1-3 detik, robot yang dinamai Becak Batik tersebut berhenti untuk mengisi tenaga cahaya. Kemudian maju 10 sentimeter per detik. Begitu seterusnya hingga waktu 1 menit yang disediakan panitia habis. "Ini kategori sulit, sehingga tidak semua negara peserta ikut," katanya.

Robot peserta lain banyak yang kurang beruntung. Rakitan kawan-kawan Azman ada yang tak bisa berjalan. Salah satunya robot rakitan Salsabilla Deissy Musaddad. "Rodanya enggak bergerak karena ikut kena solatip motor," ujar siswi kelas VII itu, Rabu lalu. Atau, kalaupun bisa bergerak, sensornya bermasalah sehingga robot keluar jalur garis. Peserta dari Cina dan Korea, yang robot-robotnya selama ini ditakuti tim Indonesia, juga tak berkutik di kategori baru ini. "Robotnya diam tak bergerak sama sekali. Ada juga mereka yang pakai trik, tapi cuma bisa jalan 1, 3, atau paling jauh sekitar 10 sentimeter, sudah itu mati," katanya.

Trik itu berupa pengisian tenaga robot dari cahaya lampu dengan cara manual. Jadi, kata lulusan S-3 Universites de Nancy, Prancis, itu, kapasitor penyimpan (bank) diisi tenaga terlebih dulu sampai penuh sehingga robot langsung bisa bergerak ketika tombol dinyalakan. Ketika tenaga habis dalam hitungan detik, robot tak bisa bergerak lagi. Sedangkan mekanisme kerja robot Becak Batik dan kawan-kawan menyerap tenaga cahaya lampu selama perjalanan. "Ini bukti kalau sama-sama dari nol soal teknologi robot ini, kita lebih unggul dari Cina dan Korea," ujarnya.

Olimpiade Robot Internasional, yang digelar International Robot Olympiad Committee, pertama kali berlangsung di Korea Selatan pada 1999. Tuan rumah acara tahunan itu bergantian di sejumlah kota di Korea, Cina, Hong Kong, Australia, dan Malaysia. Adapun tahun ini diselenggarakan di Jakarta, Indonesia. Seluruhnya melombakan 14 kategori, yang terbagi untuk peserta berusia kurang dari 8 tahun, 8-12 tahun, dan 13-18 tahun lebih. Jumlah peserta lomba berkisar 1.000 orang dari 13 negara, seperti Cina, Malaysia, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
(ANWAR SISWADI)


• TEMPO.CO

Monday, December 19, 2011

Guru SMKN Tegal ciptakan robot pembatik

Tegal (ANTARA News) - Agus Martoyo, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tegal, Jawa Tengah, berhasil menciptakan robot pembatik yang mampu mempercepat proses pembuatan pola batik tulis dengan hasil produksi lebih tinggi dibanding proses manual.

"Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual," kata Agus Martoyo, guru mata pelajaran Elektronika dan Mesin SMKN 1 Kota Tegal di pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu.

Guru kelas sekaligus pencipta mesin robot batik tersebut mengatakan, ide awal menciptakan robot batik berawal dari keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola sehingga muncullah ide menciptakan mesin yang dapat membubuhkan cairan malam ke kain dengan corak tertentu.

"Saya kerap mendengar keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola, terutama saat permintaan pasar tinggi, waktu terbatas, dan tenaga pembatik kurang," katanya.

Menurut dia, untuk membantu memecahkan keluhan para pengusaha batik tersebut, pada Juni 2011 ia mulai merancang dan merakit sejumlah komponen elektronika hingga menjadi sebuah mesin batik, bahkan proses pembuatan robot hanya memakan waktu sekitar satu bulan.

"Robot tersebut mampu membuat pola dalam waktu tiga jam atau lebih cepat dari cara manual yang dapat memakan waktu hingga tiga minggu," ujarnya.

Ia menjelaskan, alat tersebut terdiri atas mesin komputer dilengkapi dengan basis vektor dan basis komputer "idea manufacturer" serta sebuah mesin yang berfungsi untuk mengaplikasikan pola batik seperti yang tertera di layar komputer ke lembaran kain, setelah pola terbentuk dibutuhkan software corel draw untuk mempermudah file yang akan dimasukan ke mesin tulis.

"Mesin itu juga dilengkapi dengan tempat untuk menampung cairan malam dengan berat anatara 10-15 gram, sehingga saat mesin dioperasikan maka cairan malam tersebut secara otomatis akan membentuk pola batik dalam kain yang terbentang dengan lebar maksimal 120x150 sentimeter," katanya.

Alat berdaya listrik 300 watt dan sistem operasinya dikendalikan melalui komputer tersebut, kata dia, cara kerjanya mirip mesin bordir dan telah diujicobakan oleh sejumlah pengusaha batik di Kota Tegal dan sekitarnya, bahkan rencananya akan dijual seharga Rp40 juta per unit.

"Sementara ini hanya satu unit robot batik yang saya ciptakan dan digunakan untuk pelatihan para siswa. Bahkan akan dikembangkan lagi agar lebih canggih dan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha oleh para siswa saya," katanya.

Menurut dia, secara keseluruhan robot tersebut telah berfungsi sesuai harapan namun masih ada sejumlah kekurangannya antara lain pada tahap penerapan perangkat lunak, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan robot tersebut agar lebih canggih. (ANT-281)


• Antaranews

Monday, December 12, 2011

Indonesia Siap Sambut 1.000 Robot Internasioal

Ilustrasi (Foto: dok okezone)

JAKARTA - Perkembangan teknologi robot di Indonesia direspon dengan baik, hal ini bisa dilihat dengan sejumlah ajang bergengsi yang di gelar baik dalam lingkup daerah, nasional maupun internasional.

Setelah selesai penyaringan tingkat nasional pada acara Indonesia ICT Award (INAICTA) 2011 di JCC Senayan beberapa bulan yang lalu, sebentar lagi tunas muda bangsa akan menyiapkan diri untuk bersaing dalam ajang Internasional yang akan diikuti oleh 13 negara.

IRO atau International Robot Olympiad adalah ajang bergengsi kompetisi robot dunia yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya yang kali ini akan di gelar di Indonesia. Olimpiade Robot ini di prakarsai oleh Internasional Robot Olympiad Committee (IROC) yang bermarkas di Korea dan penyelenggaraanya kali ini dipercayakankan kepada Robot Organizing Committee Indonesia (ROCI) dan didukung oleh Kementrian Komunikasi dan Teknologi Informasi Republik Indonesia.

IRO dirancang sebagai wadah untuk mengembangkan ide para siswa sekolah tingkat dasar, menengah dan atas di seluruh dunia. Diharapkan IRO 2011 menjadi momentum pemicu lahirnya roboticist muda Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya. Selain itu IRO juga berfungsi sebagai ajang promosi bagi industri robot untuk hunting tallent sekaligus memamerkan berbagai produk terbarunya.

IRO2011 adalah ajang yang ke 13, dimana pada ajang ke 12 di Autralia lalu, tim Indonesia berhasil meraih juara pertama dan membawa pulang medali emas dalam kategori Junior Creative Robot. IRO2011 rencana akan digelar pada tanggal 15 Desember 2011 bertempat di Universitas Tarumanegara, Jakarta. Dengan mengusung tema, “Robot for Helping People from Natural Disaster” diharapkan pada IRO2011 kali ini muncul banyak teknologi robot yang dapat diaplikasikan untuk penanggulangan bencana alam yang saat ini sering terjadi di beberapa Negara, khususnya di Indonesia.

IRO 2011 kali ini menambahkan 2 kategori baru dari 12 kategori yang biasa dilombakan di tahun-tahun sebelumnya (Non-Programmed Line Tracer, Non Program Racing, Prison Break Robot (Wheel), Prison Break Robot (Legged), Transporter, Robot Dancing, Robot Mission, Push Out Robot, Robot Run, Robot In Movie, Robot Survival). Kategori tersebut yaitu Energy Saving Robot dan Robot Indonesiana. Kategori Energy Saving Robot adalah bentuk kepedulian Indonesia pada dampak rumah kaca dan konsentrasi pada pelestarian lingkungan, sedang kategori Robot Indonesiana bertujuan sebagai promosi budaya Indonesia dikancah Internasional.

Proses pendaftaran peserta IRO2011 telah di buka sejak oktober 2011 lalu secara online dan ditutup pada awal desember 2011 dengan jumlah peserta sebanyak 1.000 peserta dari 13 negara. Tentunya hal ini menjadi tantangan dan kebanggaan tersendiri bagi panitia IRO2011 dalam peyelenggaraan acara ini.

"Dengan hadirnya seribu kontestan membuat mereka harus benar-benar mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk memperebutkan juara International Robot Olympiad (IRO) 2011 kali ini,"kata Ir. Santoso Gondowidjodjo, GD. Mus. (Founder & General Chairman of ROCI)

Selain kompetisi robot dan pemeran inovasi teknologi robot, bagi anda pemerhati teknologi, desain dan hoby otak-atik robot serta ingin menambah wawasan berkaitan dengan perkembangan robot dunia saat ini, dapat mengikuti International Symposium on Robot Education yang akan di gelar pada tanggal 15-17 Desember 2011 di Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Melalui rangkaian acara IRO2011 ini diharapkan muncul banyak ‘exposur’ signifikan terhadap karya-karya terbaik anak bangsa dan melalui partisipasi di IRO2011 diharapkan mereka dapat dikenal luas oleh masyarakat dan dunia industri baik lokal maupun internasional. Untuk itu, acara berskala Internasional ini adalah media yang tepat yang dimiliki oleh seluruh komponen bangsa sehingga seluruh pihak yang berkepentingan selayaknya mengambil peran dalam mensuksesakan acara ini. (tyo)


• Okezone

Tuesday, November 15, 2011

Mahasiswa ITB Gelar Kontes Robot Terbang

TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO Interaktif, Bandung - Mahasiswa Teknik Penerbangan serta Program Studi Aeronotika dan Astronotika ITB kembali menggelar Indonesian Indoor Aerial Robot Contest di gedung serbaguna kampus ITB, 15-16 November 2011.

Hari ini, Selasa 15 November 2011, kontes diawali dengan validasi untuk memeriksa kesesuaian pesawat dengan peraturan, dilanjutkan tes terbang. Besok, 33 tim peserta mulai bertarung.

Kontes yang telah mendapat pengakuan dari Japan Society of Aeronautics and Space Sciences itu mengadopsi aturan yang digunakan dalam kontes serupa di University of Tokyo, Jepang. Misi utama lomba tahun ini bukan lagi surveillance seperti tahun lalu.

"Sekarang pesawat menjatuhkan barang seberat 15 gram pada tiga target sasaran," kata salah seorang panitia lomba, Isyraq Ulhaq, Selasa, 15 November 2011. Adapun misi tambahannya yaitu pesawat melakukan sekali manuver looping.

Peserta kontes berasal dari kalangan pelajar sekolah menengah atas, perguruan tinggi, dan kalangan umum pencinta pesawat model. Di antaranya Universitas Kristen Maranatha, ITB, ITS, UGM, SMU Muhammadiyah Sidoarjo, SMAN 1 Denpasar, dan Dirgantara Aero Modelling Club.

Panitia mensyaratkan peserta harus membuat dan merakit sendiri pesawatnya dari nol. Menurut Isyraq, lomba yang pertama kali diadakan pada 2008 itu untuk menumbuhkan semangat kedirgantaraan di kalangan masyarakat.(ANWAR SISWADI)


• TEMPOInteraktif

Thursday, November 10, 2011

Robot penjinak bom kini lebih lincah

Jakarta (ANTARA News) - Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) akan merilis robot penjinak bom hasil penyempurnaan Mobil Robot LIPI sebelumnya sehingga menjadi lebih mungil, dinamis, dan lincah.

"Robot yang sekarang ini dimensinya sudah diperkecil sehingga lebih mudah melewati pintu dan selasar yang sempit," kata Peneliti Puslit Telimek LIPI Roni Permana di Jakarta, Kamis.

Roni Permana menjaga gerai di LIPI Expo yang digelar pada 7-10 November bersamaan dengan Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) ke-10.

Motor Robot (Moro) LIPI yang dirilis pada 2005 berdimensi 2,5x1,5 meter dengan berat 190 kg, sementara robot hasil penyempurnaan bernama Rev 2011 ini hanya berdimensi 0,45x0,7 meter dengan berat hanya 90 kg.

Selain lebih ringan dan lincah, Robot Rev 2011 memiliki sistem "flipper" yang dinamis dengan sudut yang bisa diatur hingga 360 derajat sehingga mampu melewati hambatan berupa tanggul setinggi 50 cm.

Sebelumnya sistem flipper Moro LIPI bersifat statis dan sulit bergerak serta hanya mampu mengatasi hambatan tanggul 10 cm.

Robot Rev 2011 rancangan tim elektronika Telimek yang diketuai Dr Estiko Rijanto itu juga mampu menaiki tangga dengan kemiringan lebih dari 32 derajat, sementara Moro LIPI hanya bisa naik tangga dengan kemiringan 16 derajat.

Seperti sebelumnya prototipe robot ini juga dilengkapi lengan sepanjang satu meter untuk mengambil dan menjinakkan bom dan dihidupkan dengan baterai lithium yang mampu beroperasi selama empat jam, ujarnya.

Robot ini digerakkan oleh tombol pengendali yang menggunakan frekuensi radio ntuk mengendalikannya dalam jarak 1 km di lapangan terbuka. Namun untuk operasi di dalam suatu gedung sinyal akan berkurang.

Rev 2011 juga dilengkapi video pemantau agar penggunanya, Kementerian Pertahanan atau polisi bisa memantau proses penjinakan bom yang dilakukan robot.(*)D009/Z002


• Antaranews

Monday, November 7, 2011

Robot SAR Karya Mahasiswa Bandung

Robot ini bisa menerobos reruntuhan bangunan, deteksi korban, hingga evakuasi.

Robot SAR karya mahasiswa Unikom Bandung (Kabar Siang/tvOne)

VIVAnews
- Tiga mahasiswa Teknik Komputer Unikom Bandung membuat robot Search and Rescue (SAR) yang diciptakan sebagai robot penanggulangan korban bencana. Robot karya Didit Andri Jatmiko, Asrul Rizal, dan Ali Mubarokah ini meraih gold award dalam kriteria Aplicative Robot for Helping People from Natural Disaster di lomba karya cipta kreativitas bidang teknologim INAICTA 2011.

Robot SAR ini berfungsi sabagai robot penanggulangan bencana dengan kemampuannya menerobos reruntuhan bangunan, mendeteksi korban, bahkan evakuasi dengan tangan yang dirancang khusus tanpa melukai korban.

Selain itu, robot juga dilengkapi dua kamera yang bisa bergerak 180 derajat. Kamera ini kemudian terhubung dengan komputer yang digunakan operator, untuk mengirim gambar secara real time.

Tak hanya itu, robot juga dilengkapi dengan sensor suhu dan sensor gas elpiji. Sehingga, tim SAR bisa melakukan langkah tepat dalam penanganan terhadap korban. Robot juga memiliki sensor api, dan alat pemadam yang bisa mematikan api.

Di badan robot juga terpasang mikrofon. Dengan mikrofon dan video, operator kemudian bisa berkomunikasi dengan korban, jika masih ditemukan dalam keadaan hidup.


"Kami melihat ada kebutuhan mengetahui situasi dan kondisi area bencana dan pasca bencana, mengenai apa yang dibutuhkan tim SAR. Baik itu nformasi mengenai area, suhu, adanya api atau kebakaran, dan kondisi real berupa video penting bagi penolong sebelum masuk ke area bencana," kata Didit Indra Jatmiko.

Namun, robot ini baru berupa prototipe, dalam skala 1:5. Unikom berharap bisa benar-benar mengembangkan robot ini dalam ukuran sebenarnya, dan bisa menolong tim SAR dalam penanggulangan pasca bencana.

Seperti apa robot SAR tersebut? Lihat videonya di tautan ini.



• VIVAnews

Sunday, October 30, 2011

13 delegasi asing belajar robotika di PENS

Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 21 delegasi asing dari negara Asia dan Afrika belajar robotika berbasis teknologi Android di kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS Surabaya.

"Delegasi dari Kenya, Rwanda, Tanzania, Nepal, Palestina, Bangladesh, Kamboja, Myanmar, dan Vietnam itu mengikuti pelatihan internasional selama hampir satu bulan," kata Direktur PENS ITS Ir Dadet Pramadihanto M.Eng PhD di Surabaya, Sabtu.

Ia menjelaskan para peserta belajar robotika setelah mendapatkan materi seputar "Industrial Automation" dalam program "The Third Country Training Program on Education for Computer Based Industrial Automation" selama hampir sebulan itu.

"Program pelatihan tahunan itu merupakan hasil kerja sama antara Japan International Cooperation Agency (JICA) dan Sekretariat Negara yang diselenggarakan di PENS ITS. Tahun ini merupakan tahun ketiga dari tiga tahun penyelenggaraan pelatihan," katanya.

Menurut Dadet, pihaknya berpartisipasi dalam kerja sama selatan-selatan melalui penyelenggaraan pelatihan internasional itu sejak tahun 1993, karena itu kali ini merupakan Batch ke-5.

"Saya berharap dengan adanya pelatihan itu, peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan, sekaligus mengembangkan hubungan multilateral melalui sharing teknologi antarpeserta," katanya.

Sementara itu, dosen Teknik Komputer PENS ITS, Adnan Rahmad Anom Besari, mengatakan pelatihan yang ditutup Konsul Jenderal Jepang dan staf Sekretariat Negara itu diakhiri dengan adu ketangkasan robotika di Hall PENS ITS (27/10).

"Acaranya menggabungkan antara device android dengan robot, yang salah satu aplikasinya sebagai controller. Peserta diberi waktu seminggu untuk melakukan pemrograman android dan robot, sehingga peserta berusaha mengendalikan robot menggunakan Samsung Galaxy Tab," katanya.

Menanggapi pelatihan dan lomba itu, peserta dari Nepal, Ambika Prasad Baral, mengaku pelatihan itu sangat bermanfaat bagi dirinya, mengingat teknologi android masih merupakan teknologi baru dan aplikasinya hanya sebatas pada "mobile phone."

Bahkan di Palestina teknologi ini masih belum dikenal. "Well, I`m loose. But it`s okay, I have a great time playing this," katanya.

Menurut Adnan Rahmad Anom Besari, peserta adu ketangkasan itu memperebutkan kenang-kenangan dari panitia berupa headset, MP3 Player, dan busana batik khas Indonesia sebagai persahabatan antarnegara.

"Kebanyakan peserta menikmati kegiatan selama pelatihan, mulai dari penyampaian materi, praktikum, kunjungan industri dan penyampaian laporan `action plan`," katanya.

Dalam "action plan" itu, masing-masing peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan ide dan rencana mereka seusai memperoleh ilmu dan pengalaman dalam kegiatan ini. (E011)



• Antaranews