Showing posts with label Komputer. Show all posts
Showing posts with label Komputer. Show all posts

Monday, January 16, 2012

Syarat Indonesia Menggelar ‘Silicon Valley’

Indonesia masih harus banyak berbenah sebelum memiliki ‘Silicon Valley’ sendiri.

Indonesia masih harus berbenah untuk mengembangkan beberapa elemen supaya perkembangan teknologinya bisa cukup kuat dan mendirikan ‘Silicon Valley’ sendiri. (ntnu.edu.tw)

VIVAnews
- Silicon Valley yang berlokasi di Palo Alto, Amerika Serikat, menjadi kiblat perkembangan teknologi bagi masyarakat dunia. Sebagai negara berpopulasi padat dengan penetrasi Internet yang terus meningkat, Indonesia menjadi salah satu negara yang berharap memiliki ‘Silicon Valley’ sendiri.

Rupanya, di mata seorang pengusaha Silicon Valley, Indonesia cukup memiliki potensi ke arah sana.

“Indonesia mungkin bisa memiliki Silicon Valley, namun tentu saja dengan ciri unik khas Indonesia dan berbeda dari Silicon Valley di AS,” kata Bill Reichert, Managing Director Garage.com saat ditemui di Jakarta, 16 Januari 2012.

Reichert menekankan, mendirikan Silicon Valley bukan pekerjaan mudah, apalagi membuat replikanya. Selain itu, perkembangan dan tren teknologi tiap-tiap negara di dunia juga tak bisa dibilang sama. Apalagi, lanjutnya, Indonesia masih harus berbenah untuk mengembangkan beberapa elemen supaya perkembangan teknologinya bisa cukup kuat.

“Selain masih harus mengembangkan kekuatan teknologinya, Indonesia harus menggenjot pendidikan teknologi supaya hal itu bisa tercapai,” ujar Reichert.

Ia tak menampik, Indonesia masih jauh tertinggal dalam dua hal tersebut dibandingkan negara-negara lain. Namun, ia melihat sudah terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya, apalagi dengan banyaknya mahasiswa dan kaum muda yang terjun dalam technopreneurship.

Reichert menilai, dukungan technopreneurship ini merupakan pertanda bagus untuk kemajuan teknologi Indonesia. Ditambah lagi, sudah mulai terlihat dukungan yang nyata baik dari pihak pemerintah atau sektor swasta untuk kemajuan teknologi.

“Namun masih banyak yang harus dibenahi Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia juga berkompetisi dengan negara di seluruh dunia yang memiliki mimpi sama untuk mendirikan Silicon Valley mereka sendiri,” pungkasnya. (umi)



• VIVAnews

Tuesday, January 3, 2012

Indonesia Butuh Sedikitnya 10 Data Center Khusus

Ilustrasi (ist)

Jakarta - Untuk memenuhi kebutuhan akses internet cepat yang kian haus bandwidth besar, Indonesia diperkirakan butuh sedikitnya 10 data center yang dibangun secara khusus.

Menurut pengalaman dari perusahaan penyedia data center komersil di Asia Tenggara, CSF Group, Singapura yang pelanggan internetnya cuma 3 juta orang saja punya data center seluas 200 ribu m2.

"Sementara kita di Indonesia dengan user internet 20 juta lebih cuma punya 20-30 ribu m2. Untuk mengejar ketertinggalan dari Singapura, kita perlu sedikitnya membangun 10 data center lagi," kata Daniel Korompis, Presiden Direktur Cyber CSF kepada detikINET, Selasa (3/1/2011).

Sementara menurut Wong Ka Vin, Managing Director CSF Asia Pte Ltd, CSF Group, kebutuhan untuk membangun data center tak mesti berpatokan kepada jumlah populasi penduduk.

"Indonesia pastinya punya populasi penduduk jauh lebih besar dibandingkan Singapura. Tapi kebutuhan untuk membangun data center itu berdasarkan pertumbuhan bisnis," kata dia.

Ia pun memperkirakan dengan kondisi Indonesia saat ini yang tengah gencar membangun infrastruktur internet seperti seluler 3G dan 4G LTE serta BWA, maka pengembangan kapasitas data center yang dibutuhkan hanya 10-15% per tahunnya.

"Data center bukanlah bisnis yang seksi. Hanya pengembangan infrastruktur saja. Tapi ini krusial untuk pengembangan masyarakat digital di suatu negara, khususnya di Indonesia," pungkasnya.

Cyber CSF sendiri merupakan perusahaan yang dibentuk khusus oleh CSF Group asal Malaysia untuk mengembangkan bisnis data center di Indonesia. Perusahaan ini menginvestasikan dana USD 100 juta untuk membangun gedung data center khusus seluas 10 ribu m2 untuk kapasitas 4000 rak server.( rou / fyk )


• detik

Monday, December 19, 2011

Asosiasi Industri TI Indonesia dibentuk

Jakarta (ANTARA News) - Para pelaku industri teknologi informasi nasional telah membentuk satu organisasi bernama Asosiasi Industri Teknologi Informasi Indonesia (AITI-Indonesia).

Organsasi itu dideklarasikan pada 14 Desember 2011 dan beranggotakan para principle atau vendor, merk nasional, pabrikan, distributor, system integrator, dealer, penyedia konten, pengembang perangkat lunak/VAR, retailer, dan lembaga pendidikan.

"Sudah bertahun-tahun kami sebagai pemain industri TI dan menantikan wadah yang bisa mengaspirasikan kepentingan-kepentingan kita dan menjembatani ke pemerintah serta publik, hari ini kita memiliki satu moment yang bisa tercatat dalam sejarah dan perekonomian Indonesia," kata Timothy Siddik, salah seorang penggagas AITI dalam siaran persnya, Senin.

AITI bertujuan untuk mendorong dan mengembangkan usaha anggota secara beretika serta mencegah persaingan yang tidak sehat diantara sesama anggota dan ikut serta memajukan ekonomi nasional melalui penyebaran, perluasan industri, dan pemanfaatan teknologi informasi.

AITI berfungsi sebagai wadah komunikasi dan kebersamaan antaranggota, dengan masyarakat, dan dengan lembaga pemerintah serta berbagai organisasi terkait dengan kegiatan teknologi informasi.

Menurutnya, teknologi informasi telah menjadi salah satu faktor strategis dalam memajukan kesejahteraan suatu negara dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Salah satu indikator pemanfaatan teknologi informasi adalah angka cakupan telekomunikasi dan penggunaan komputer.

Di Indonesia, cakupan telekomunikasi telah mencapai tahap yang tinggi, lebih dari 90 persen, tetapi penetrasi komputer masih sangat rendah hanya 5-6 persen (terendah di ASEAN).

Berdasarkan indikator NRI (Networked Readiness Index) 2010-2011, Indonesia berada di ranking 53.

Indikator lain adalah distribusi pemanfaatan teknologi informasi yang masih terpusat di kota besar saja, yang berakibat langsung pada makin lebarnya kesenjangan digital (digital divide).

Asosiasi teknologi informasi ini masih berkonsentrasi pada usaha perdagangan saja sehingga pengembangan sektor lain seperti pelayanan (service), produksi (perangkat lunak, perangkat keras dan konten) dan pengembangan sumber daya manusia relatif masih tertinggal.

AITI Indonesia tercatat memiliki 63 anggota yang mendeklarasikan diri sebagai sebuah asosiasi industri bidang teknologi informasi.(Yud)


• Antaranews

Pertumbuhan komputer paling pesat ada di Indonesia

Saban pameran atau peluncuran produk komputer dan hal-hal lain terkait dilakukan, selalu ramai dihadiri pengunjung di Indonesia. (FOTO ANTARA/Noveradika)

Surabaya (ANTARA News) - Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan pasar penjualan produk komputer paling pesat di dunia. Itu sebabnya banyak produsen komputer dunia mengincar Indonesia.

Direktur Penjualan Intel Indonesia, Brata Rafly, kepada wartawan di Surabaya, Kamis, mengatakan, tingkat pertumbuhan komputer baik yang jinjing maupun desktop di Indonesia pernah mencapai angka tertinggi, 76 persen, pada kuartal pertama 2010.

"Dengan angka pertumbuhan yang begitu tinggi dan potensi pasar yang besar, tidak salah kalau banyak produsen komputer masuk ke Indonesia," katanya di sela-sela kegiatan "Intel Channel Conference 2011".

Menurut Brata, peningkatan pertumbuhan setinggi itu tidak lepas dari pertambahan pengguna internet di Indonesia, terutama dalam mengakses laman jejaring sosial seperti facebook dan twitter.

Saat ini diperkirakan terdapat lebih dari 45 juta jiwa penduduk Indonesia yang telah mengakses internet, tetapi baru 30 persen yang menggunakan komputer pribadi.

"Selebihnya mereka akses internet melalui warnet atau telepon seluler pintar. Ke depan, jumlah pemilik komputer jinjing maupun desktop akan terus meningkat, karena komputer sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup," tambah Brata.

Mengantisipasi pertumbuhan tersebut, lanjut Brata, pihaknya terus melakukan evolusi dengan memasarkan produk-produk terbaru yang sesuai kebutuhan konsumen, salah satunya prosesor canggih Ultrabook yang telah diluncurkan kuartal ketiga tahun ini.

Ia menambahkan, beberapa produsen komputer internasional seperti Acer, Toshiba, Asus, dan Lenovo telah mengaplikasikan prosesor ini pada produknya.

"Awal 2012 mendatang, Intel mulai menggarap pasar prosesor untuk produk smartphone dan komputer tablet yang beberapa waktu terakhir sedang booming," ujarnya.

Brata Rafly juga menambahkan bahwa hingga akhir 2012, ditargetkan sekitar 40 persen dari total komputer pribadi (PC) yang beredar di Indonesia sudah menggunakan prosesor Ultrabook. (ANT)


• Antaranews

Guru SMKN Tegal ciptakan robot pembatik

Tegal (ANTARA News) - Agus Martoyo, guru Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tegal, Jawa Tengah, berhasil menciptakan robot pembatik yang mampu mempercepat proses pembuatan pola batik tulis dengan hasil produksi lebih tinggi dibanding proses manual.

"Robot itu kami namakan Robotika Machine 7NG-1110. Ini kami buat untuk mempercepat proses membuat pola secara langsung di atas kain tanpa menggunakan alat gambar manual," kata Agus Martoyo, guru mata pelajaran Elektronika dan Mesin SMKN 1 Kota Tegal di pameran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) 2011 di Alun-alun Kota Tegal, Minggu.

Guru kelas sekaligus pencipta mesin robot batik tersebut mengatakan, ide awal menciptakan robot batik berawal dari keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola sehingga muncullah ide menciptakan mesin yang dapat membubuhkan cairan malam ke kain dengan corak tertentu.

"Saya kerap mendengar keluhan sejumlah pengusaha batik tulis yang kesulitan membuat pola, terutama saat permintaan pasar tinggi, waktu terbatas, dan tenaga pembatik kurang," katanya.

Menurut dia, untuk membantu memecahkan keluhan para pengusaha batik tersebut, pada Juni 2011 ia mulai merancang dan merakit sejumlah komponen elektronika hingga menjadi sebuah mesin batik, bahkan proses pembuatan robot hanya memakan waktu sekitar satu bulan.

"Robot tersebut mampu membuat pola dalam waktu tiga jam atau lebih cepat dari cara manual yang dapat memakan waktu hingga tiga minggu," ujarnya.

Ia menjelaskan, alat tersebut terdiri atas mesin komputer dilengkapi dengan basis vektor dan basis komputer "idea manufacturer" serta sebuah mesin yang berfungsi untuk mengaplikasikan pola batik seperti yang tertera di layar komputer ke lembaran kain, setelah pola terbentuk dibutuhkan software corel draw untuk mempermudah file yang akan dimasukan ke mesin tulis.

"Mesin itu juga dilengkapi dengan tempat untuk menampung cairan malam dengan berat anatara 10-15 gram, sehingga saat mesin dioperasikan maka cairan malam tersebut secara otomatis akan membentuk pola batik dalam kain yang terbentang dengan lebar maksimal 120x150 sentimeter," katanya.

Alat berdaya listrik 300 watt dan sistem operasinya dikendalikan melalui komputer tersebut, kata dia, cara kerjanya mirip mesin bordir dan telah diujicobakan oleh sejumlah pengusaha batik di Kota Tegal dan sekitarnya, bahkan rencananya akan dijual seharga Rp40 juta per unit.

"Sementara ini hanya satu unit robot batik yang saya ciptakan dan digunakan untuk pelatihan para siswa. Bahkan akan dikembangkan lagi agar lebih canggih dan dapat menjawab kebutuhan dunia usaha oleh para siswa saya," katanya.

Menurut dia, secara keseluruhan robot tersebut telah berfungsi sesuai harapan namun masih ada sejumlah kekurangannya antara lain pada tahap penerapan perangkat lunak, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan robot tersebut agar lebih canggih. (ANT-281)


• Antaranews

Friday, December 16, 2011

14 Negara Serbu Konferensi Ilmu Komputer UI

Ilustrasi (gettyimages)

Jakarta - Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) menggelar konferensi internasional di bidang ilmu komputer dan sistem informasi, ICACSIS 2011 (International Conference On Advanced Computer Science and Information Systems). Sejumlah perwakilan dari 14 negara pun bakal menyerbu perhelatan ini.

Acara yang dihelat pada 17-18 Desember 2011 di Mercure Convention Center, Ancol, Jakarta itu merupakan forum internasional yang menghadirkan para peneliti, professional, mahasiswa dan pakar di bidang ilmu komputer dan sistem informasi, yang berasal dari dalam dan luar negeri.

Tujuan dari acara ini adalah saling berbagi pengetahuan, pengalaman, inovasi dan perkembangan informasi terkini mengenai metodologi, teori dan aplikasi dalam semua aspek system engineering, human machine interaction, interface dan berbagai aplikasi bermanfaat lainnya.

Opening Ceremony ICACSIS 2011 rencananya akan dibuka Prof. Musliar Kasim (Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI) dan Prof.T. Basaruddin (Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia).

Adapun para pembicara yang dihadirkan: Prof. Boris Mirkin (HSE Moscow/ University of London), Dr. Xue Li (University of Queensland), Prof. Elena Gaura (Coventry University, UK), Prof. T. Fukuda (Nagoya University, Japan), dan Ir. Zainal A.Hasibuan, MLS, PhD (Universitas Indonesia).

Topik utama yang akan dibahas oleh para invited speaker yaitu mencakup aspek data mining, information network analysis, pervasive sensing, dan Indonesian E-Cultural Heritage Framework.

"ICACSIS 2011 akan dihadiri oleh 200 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Sejumlah perwakilan dari 14 negara sudah memastikan hadir," tukas UI, dalam keterangannya, Jumat (16/12/2011).

Mulai dari Malaysia, Uni Emirat Arab, Iran, India, Mesir, China, Thailand, Norwegia, Vietnam, Australia, Jerman, Korea, Pakistan, dan Inggris (UK).

Konferensi internasional ICACSIS sendiri telah terselenggara sejak tahun 2009. Pada tahun 2011 ini, secara resmi Konferensi ICACSIS disponsori oleh Asosiasi Professional Tingkat Internasional dalam Pengembangan Teknologi yaitu IEEE.

Konferensi ICACSIS 2011 terdiri dari 4 main event yaitu Plennary Speech, Parallel Session, Workshop Session dan Poster Session. Jumlah papers (makalah) yang disubmit yaitu 136 paper dari berbagai negara.

Setelah melalui tahap seleksi serta review ketat oleh Committee ICACSIS 2011, diperoleh 66 paper yang lolos seleksi untuk dipresentasikan dalam konferensi internasional ini. ( ash / fyk )


• detik

Wednesday, November 30, 2011

Aksara Jawa segera jadi "font" Windows

Microsoft akan meluncurkan sistem operasi Windows 8 (ANTARA News/Lukisatrio)

Surabaya (ANTARA News)
- Pemerhati aksara dan bahasa Jawa, Ki Demang Sokowetan, menegaskan bahwa aksara Jawa akan segera menjadi "font" dalam program "windows" terbaru pada komputer buatan Microsoft.

"Unesco telah membantu kami untuk mendaftarkan aksara Jawa masuk `font` komputer kepada Unicode," katanya di sela-sela Kongres Bahasa Jawa (KBJ) ke-5 di Surabaya, Kamis.

Di sela-sela KBJ-5 yang diikuti 600-an peserta di Surabaya (27-30/11) itu, ia bersyukur Unicode selaku lembaga resmi yang berwenang membuat standar kode pada sistem komputer di seluruh dunia telah mengakui aksara Jawa masuk dalam "font" komputer.

"Sekarang, kami tinggal menunggu realisasinya dan Microsoft sudah berjanji akan memasukkan dalam windows versi terbaru. Kalau sekarang windows7, ya mungkin nanti windows8 atau versi terbaru sudah ada," katanya.

Menurut dia, Unesco tertarik untuk membantu karena dunia menganggap aksara Jawa sudah perlu diselamatkan agar tidak punah, karena itu registrasi secara "font" diharapkan akan dapat menjamin hal itu.

"Saya belum tahu kapan dimulainya, karena hal itu tergantung Microsoft, tapi informasinya sekitar dua tahun lagi. Kalau Microsoft sudah, tentu Apple akan mengikuti," katanya.

Sebagai pengembang piranti lunak, katanya, Microsoft dan Apple juga sangat berkepentingan dengan aksara Jawa, karena Indonesia merupakan pasar komputer yang dinamis.

"Bahkan, pengembang seluler juga sudah setahun lalu menghubungi saya, karena saya sudah menciptakan `software` Bahasa dan Aksara Jawa sebagai aplikasi Unicode yang sangat mudah dipelajari siapa saja," katanya.

Ia mengatakan siapapun yang menggunakan "software" miliknya akan dapat menulis Bahasa Jawa dengan tepat dan benar, asalkan dia bisa menggunakan program MS Word, karena tinggal aplikasi pada font "Ajisaka".

"Saya belum dapat memenuhi keinginan pengembang seluler itu secepatnya, karena saya masih menunggu aplikasi Microsoft dan juga peluncuran software itu," katanya.

Hingga kini, katanya, banyak teman peneliti asing siap membantu peluncuran software Jawa itu di negaranya. "Saya masih berharap peluncuran software Jawa itu ya di Jawa, saya menunggu respons pihak berwenang dulu," katanya. (ANT)



• Antaranews

Monday, November 14, 2011

Pemerintah Siapkan Label "Halal" Untuk Toko Komputer

AFP-Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HaKI) Kementerian Hukum dan HAM akan memberikan sertifikasi barang asli kepada toko konvensional dan toko online. Hal itu untuk mencegah peredaran barang palsu yang terus marak terjadi di Indonesia.

Direktorat Jenderal Hak Kekayaan dan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM, Ahmad M Ramli mengharapkan dengan sertifikasi ini, toko harus menjual produk asli, bukan bajakan.

"Targetnya, toko harus menjual produk asli dan lebih luas lagi agar pengguna makin sungkan bila membeli barang bajakan," kata Ramli dalam Seminar HaKI di Jakarta, Senin (14/11/2011).

Sebagai tahap awal, pemerintah akan memberikan sertifikasi pada toko-toko di pusat perbelanjaan. Belum lama ini pemerintah juga telah memberikan sertifikasi barang asli ke pusat perbelanjaan Senayan City Jakarta Selatan. Harapannya, akan semakin banyak pusat perbelanjaan yang mau disertifikasi.

Saat ini pemerintah masih mengkaji teknis pemberian sertifikasi untuk membedakan antara toko yang menjual produk asli dan produk bajakan.

"Ke depan kemungkinan ada stiker di depan toko, seperti logo "Halal" yang diberikan Majelis Ulama Indonesia pada produk consumer goods," jelasnya.

Namun, pemerintah tidak akan mengkhususkan jenis produk apa dulu yang akan disertifikasi tapi berupa merk yang sudah terdaftar dalam Kementerian Hukum dan HAM sehingga dijamin keamanan dan orisinalitas produknya.

Selain itu, Ramli juga menyebut salah satu yang menjadi fokus pihaknya untuk memberantas barang palsu adalah toko online. Menurut dia, hampir 70% barang yang dijual melalui toko online adalah produk palsu.

Seperti diketahui, awal bulan ini Direktorat Penyidikan Hak atas Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM berencana melayangkan surat kepada pengelola toko dan pusat perbelanjaan di wilayah Jakarta, yang berisi himbauan untuk tidak menjual produk palsu. Surat himbauan itu akan dikirimkan lembaga tersebut paling lambat akhir tahun ini.

Saat ini, lembaga penyidikan HaKI telah menerima 23 laporan mengenai pelanggaran HaKI dimana sebanyak 13 laporan telah masuk dalam pemeriksaan.


• KOMPAS

Friday, November 4, 2011

Indocomtech 2011 Manjakan Pencinta Gadget IT

INILAH.COM, Jakarta - Para pengemar gadget IT kembali dimanjakan dengan pameran gadget terbesar di Indonesia, Indocomtech 2011. Berikut fakta-fakta seputar pameran terbesar ini.

Pameran ini merupakan hasil kerjasama Yayasan Apkomindo Indonesia dengan Dyandra Promosindo. Pameran tahunan ini sudah dilaksanakan sebanyak 19 kali sejak 1992.

Untuk 2011, pameran ini menggunakan lahan kurang lebih 17 ribu m2 di Jakarta Convention Center selama lima hari, 2 hingga 6 November 2011. Tahun ini, pameran bertema 'See How IT Goes' ini, Jakarta Game Show 2011 yang menjadi ajang pameran game terbesar di Indonesia untuk pertama kalinya digelar.

Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia G Hidayat Tjokrodjojo menjelaskan, Indocomtech diharapkan menjadi sarana bagi perkembagan industry TIK/ICT Indonesia. “Pameran ini tak hanya memperagakan computer sebagai perangkat keras juga menunjukan manfaat yang bisa dicapai dari komputer," katanya.

Pameran ini diramaikan lebih dari 250 perusahaan vendor industri IT dan aksesoris serta beberapa operator telekomunikasi dan fotografi digital. Hampir semua merk internasional dan lokal tampil di pameran ini, antara lain Acer, Asus, Apple, Axioo, Dell, Epson, Fujitsu, Hewlett Packard, Lenovo, Sony, Toshiba, Zyrex dan banyak lagi.


• Inilah

Thursday, November 3, 2011

Indonesia Harus Bisa Rakit Komputer Sendiri

NINA SUSILO/KOMPAS-Sebanyak 4.484 komputer jinjing mini dirakit siswa SMK di Surabaya, Jawa Timur. Komputer jinjing mini ini lalu didistribusikan untuk 976 SMK negeri dan swasta se-Jatim, Senin ( 17/ 1).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu produsen laptop yang menyaingi India pada 2014. Hal itu disebabkan jumlah pengguna komputer desktop maupun komputer jinjing (laptop) semakin meningkat.

Ketua Apkomindo Hidayat Tjokrodjojo menjelaskan Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) yang tidak kalah dibandingkan dengan negara lain. Minat pemuda terhadap dunia informasi dan teknologi (IT) juga naik.

"Masalahnya kita masih terkendala alat-alat untuk membantu perakitan itu. Tetapi kita harap 2014 bisa menyaingi India," kata Hidayat di Pameran Indocomtech, Rabu (2/11/2011).

Jika dibandingkan dengan negara lain, India masih memiliki potensi sebagai negara produsen TI dan dapat menyuplai kebutuhan TI dunia. Menurut Hidayat, selain SDM yang mumpuni, Indonesia dinilai memiliki upah minimal yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan negara berkembang lain. Tetapi, masalah lain yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah adalah infrastruktur untuk menunjang produksi alat-alat TI tersebut. Hidayat mencontohkan sambungan telepon maupun Internet (termasuk kabel optik) yang belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

"Selama ini konsentrasi industri hanya di Pulau Jawa. Padahal di luar Jawa juga memiliki potensi besar," katanya.

Misalnya, di Pulau Kalimantan yang sama sekali tidak berpotensi gempa seperti wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sehingga wilayah tersebut berpotensi menjadi tempat aman bagi server di seluruh dunia. Pihak Apkomindo dan pemerintah juga sudah bekerjasama dengan kementerian terkait untuk mendatangkan investor atau produsen TI untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia.

"Masalahnya, kita belum menentukan industri mana yang menjadi prioritas untuk dikembangkan," tambahnya.


• KOMPAS

Wednesday, November 2, 2011

Pameran Komputer Indocomtech Mulai Hari Ini

Pengunjung memadati pameran Indocomtech 2011 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

TEMPO Interaktif
, Jakarta - Pameran komputer terbesar di Indonesia, Indocomtech, resmi dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar.

"Pasar komputer di Indonesia adalah pasar yang luar biasa," kata Basuki saat membuka pameran di Jakarta Convention Centre, Rabu, 2 November 2011.

Menurut Basuki, pengguna komputer di Indonesia adalah anak-anak muda, artinya kata dia, pasar komputer ini adalah future market. "Ini pasar yang potensial," ujarnya.

Saat ini, kata Basuki, penjualan komputer di Indonesia mencapai kisaran 5 juta unit. Itu belum memperhitungkan penjualan komputer bekas, yang bisa saja membuat penjualan komputer melampaui 5 juta unit.

Ketua Yayasan Apkomindo Indonesia, Hidayat Tjkrodjojo, mengatakan perkembangan pasar komputer di Indonesia menunjukkan gejala yang menarik.

"Penjualan desktop menurun, sedangkan yang bentuknya mobile, seperti laptop, menunjukkan kenaikan," kata Hidayat saat menyampaikan sambutan.

Bahkan Hidayat mengatakan apabila perusahaan manufaktur masih terpaku pada pembuatan komputer yang besar, yang tidak bisa dibawa ke mana-mana, maka perusahaan tersebut tinggal menunggu kebangkrutannya. "Mungkin sekarang dikasih desktop saja enggak mau karena makan listrik yang besar," katanya.

Pameran komputer Indocomtech ini berlangsung dari tanggal 2-6 November. Buka dari pukul 10.00-21.00, pameran ini diikuti oleh 12 vendor, 5 operator, dan 250 peserta pameran. Ditargetkan akan mendatangkan 220 ribu pengunjung naik dari pengunjung tahun lalu 200.567 pengunjung.(IQBAL MUHTAROM)



• TEMPOInteraktif

Friday, October 21, 2011

Paket Starter SAP Business One, aplikasi wajib UKM pemula

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan penyedia solusi aplikasi peranti lunak SAP meluncurkan solusi Paket Starter SAP Business One dengan harga terjangkau untuk membantu para pengusaha muda mengembangkan bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.

"Semua fitur-fitur sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan UKM pemula dan jika mereka ingin mendapatkan fitur tambahan bisa di-upgrade secara gratis," kata Channel Manager SAP Indonesia Toni Djunaidi

Dia mengatakan para pengusaha pemula UKM enggan menggunakan aplikasi peranti lunak khusus untuk perusahaan karena harganya yang mahal dan beralih kepada sistem peranti lunak yang tidak dirancang khusus untuk mengerjakan semua program kerja perusahaan.

Padahal, sebuah UKM yang baru lebih membutuhkan sistem peranti lunak yang handal dan efisien untuk menunjang segala kinerja dan mengembangkan perusahaan.

SAP menyediakan solusi murah Paket Starter SAP Business One yang dapat mengintegrasikan semua fungsi bisnis di seluruh lini perusahaan dalam satu modul termasuk program sistem manajemen keuangan dasar, penjualan, pembelian, manajemen, hubungan pelanggan, fungsi database, dan akuntansi keuangan.

Solusi yang hanya digunakan untuk 1-5 pengguna memiliki keuntungan antara lain meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan, mengintegrasikan seluruh penjualan, inventaris, pembelian, operasional dan keuangan ke dalam satu sistem, menghilangkan pemasukan data yang berulang, meminimalkan kesalahan dan mengurangi biaya perusahaan.

Uniknya, aplikasi itu bisa diakses melalui perangkat Apple seperti iPad dan iPhone. Nantinya, menyusul Android dan RIM. Harapanya, UKM itu nantinya bisa mengembangkan bisnis yang cepat fleksible dan profesional serta meningkatkan daya saing produksi Indonesia.(Adm)



• Antaranews