Showing posts with label Aplikasi. Show all posts
Showing posts with label Aplikasi. Show all posts

Thursday, December 22, 2011

Indosat jual aplikasi BlackBerry dibayar pulsa

Ilustrasi (indosat.com)

Jakarta (ANTARA News) - Indosat menghadirkan Blackberry Billing Carrier Appworld, layanan pembelian aplikasi BlackBerry yang pembayarannya dengan pemotongan pulsa dan diklaim sebagai yang pertama di Asia.

"Kita menjadi operator pertama di Asia yang meluncurkan aplikasi ini, dengan sistem potong pulsa." kata Benny Hutagalung, Division Head Blackberry Device & Mobile Indosat dalam peluncuran layanan itu di Jakarta.

Hadirnya layanan itu memudahkan pelanggan Indosat Mobile untuk dapat membeli aplikasi di Blackberry@ App World yang pembayarannya melalui pemotongan pulsa prabayar atau tagihan pascabayar.

Layanan pembelian aplikasi Blackberry@ App World dan menjadi yang pertama di Asia Pasifik. Dan layanan ini bisa dinikmati oleh pelanggan Indosat Mobile (prabayar dan pascabayar) IM3, Mentari, maupun Matrix.

Selama ini Blackberry@ App World hanya bisa dibeli dengan mata uang dolar Amerika dan menggunkan kartu kredit atau paypal sebagai alat pembayaran.

Dengan layanan ini pengguna bisa langsung membeli aplikasi di Blackberry@ App world dan bagi pelanggan prabayar pulsanya akan dipotong sebagai pembayaran, sedangkan bagi pelanggan pascabayar akan masuk ke dalam tagihan bulanan.

Pelanggan yang ingin membeli aplikasi BlackBerry cukup masuk ke menu Blackberry@ App World kemudian pilih menu "My Account" dan pengguna akan diminta untuk memasukan Blackberry ID, kemudian klik login untuk proses otentikasi.

Jika belum memiliki Blackberry ID pengguna akan diminta untuk memilih menu "create a Blackberry ID" atau ke alamat http://id.blackberry.com/id/.

Bila log in sudah sukses, pengguna akan diarahkan menuju pilihan "Payment Options" dan pilih "Bill through Indosat", kemudian klik "Next" maka akan muncul pop up notifikasi bahwa pilihan pelanggan telah disimpan.

Selanjutnya semua kurs mata uang akan diubah menjadi rupiah dan proses pembelian aplikasi akan dilakukan melalui pulsa prabayar Indosat.

Untuk menikmati Blackberry@ App World pelanggan harus memiliki Blackberry@ App world minimal versi V3.0 dan BlackBerry GSM dengan OS5 atau di atasnya.

Pada kesempatan yang sama,Indosat juga meluncurkan promo akhir tahun untuk para pengguna Blackberry yaitu Blackberry full service yang dikemas dalam dua pilihan, paket BB Full Rp100.000/3 bulan (berlaku s/d 31 Desember 2011) dan paket BB Full Rp45.000/bulan (berlaku s/d Februari 2012).(Yud)


• Antaranews

Thursday, December 15, 2011

Mahasiswa ciptakan software pengawasan hutan

Ilustrasi (ANTARA News/Lukisatrio)

Takengon (ANTARA News) - Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika Universitas Gajah Putih, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, berhasil membuat software pendeteksi pengawasan hutan dan pendokumentasian adat budaya Gayo.

Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan UGP Zulfikar Ahmad menyatakan, temuan tiga software tersebut akan segera diseminarkan yang akan dihadiri Dr Jonas Debian, seorang pakar Linux dari Eropa.

"Pakar Linux dari Denmark itu selama ini membantu mahasiswa FTI-UGP dalam penyempurnaan produk IT selama dua minggu," ujarnya.

Software itu diberi nama "Pang Uten" yang merupakan alat deteksi kebakaran hutan dan penebangan liar tanpa satelit.

Software lainnya diberi nama "Lelongohen" yang merupakan aplikasi optimalisasi titik penanaman kopi untuk menghasilkan kopi dengan cita rasa terbaik.

Kemudian yang ketiga dinamai "Distro Deep-IX" yaitu sistem operasi berbasis Linux untuk mendokumentasikan adat dan budaya Gayo.

Zulfikar Ahmad menjelaskan, "Pang Uten" adalah serangkaian alat yang dihubungkan dengan program komputer untuk menjaga hutan siang dan malam.

"Alat tersebut akan segera mengirimkan informasi koordinat lokasi kejadian kebakaran atau penebangan ke pusat kendali, baik yang berada di sekitar lokasi kebakaran maupun di lokasi-lokasi yang jauh dari titik api," jelas Zulfikar.

Sedangkan "Lelongohen" adalah program komputer yang ditanamkan padsa telepon seluler sehingga petani kopi dengan mudah tanpa harus belajar komputer atau tanpa mengakses internet, bisa mengetahui informasi cita rasa kopi yang diperoleh dari hasil penelitian Forum Kopi Aceh.

Terakhir, "Distro Deep-IX" adalah program komputer mengenai budaya Gayo yang didalamnya berisi Wikipedia tentang Gayo dan game-game tentang adat suku Gayo.

"Kita berharap alat temuan mahasiswa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," kata Zulfikar.(*)
(ANT/H011)



• Antaranews

Friday, December 9, 2011

Aplikasi Untuk Inovasi Teknologi

Aplikasi ini antara lain digunakan di pemerintahan, pertahanan, aerospace, dan akademik.

Teknologi perakitan kendaraan (themotorreport.com)

VIVAnews - National Instruments (NI), perusahaan aplikasi global memberikan pendekatan baru dalam inovasi teknologi untuk mengelola sebuah perusahaan ataupun institusi. Dengan aplikasinya, NI mengubah cara para teknisi dan ilmuwan dalam merancang prototipe dan menjalankan sistem pengukuran, otomatisasi serta aplikasi tertanam.

"Kami hadir untuk menyediakan sebuah tools yang dipakai untuk berinovasi," ujar Yasrof Adityo Mahardhiko, Field Sales Engineer National Instrument, di Jakarta, 8 Desember 2011.

Aplikasi yang dikembangkan oleh NI saat ini dapat digunakan oleh lintas sektoral, mulai dari pemerintahan, pertahanan, aerospace, pertambangan, minyak dan gas, manufaktur dan akademik. Yasrof mengatakan yang sudah diterapkan adalah yang di industri otomotif.

"Di sini, inovasi kami gunakan untuk mengecek parameter mesin," ujar jebolan Nanyang Technology University ini.

Di sektor akademik, inovasi digunakan untuk mengembangkan riset di Universitas Indonesia, mampu memonitoring sistem di perusahaan minyak dan gas, dan memonitor kekuatan jembatan di BPPT.

NI mengklaim dengan menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras modular, lebih dari 30 ribu perusahaan di dunia mampu mempersingkat pengembangan, meningkatkan produktivitas dan memotong waktu untuk penjualan atau pemasaran.

Perusahaan dari Indonesia yang telah bermitra di antaranya Toyota, Krakatau Steel. Untuk pemerintah tercatat aplikasi ini digunakan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

NI untuk pertama kalinya membuka kantor cabang di Indonesia setelah sebelumnya membuka kantor di Vietnam. Di Indonesia, NI fokus pada empat sektor, akademik, institusi riset dan pengembangan, otomotif, dan industri minyak gas.

NI juga melakukan pemberdayaan kepada pelanggannya dengan memberikan pelatihan secara rutin untuk berinovasi teknologi. Dari setiap aplikasi yang diberikan kepada masing-masing sektor, NI mengaku mendapatkan pendapatan sebesar 5 persen. (hp).



• VIVAnews

Wednesday, December 7, 2011

Aplikasi "Mobile" Untuk Pesan dan Pantau Taksi

Wikimedia - Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah meluncurkan aplikasi pemesanan taksi melalui Blackberry, Blue Bird Group meluncurkan aplikasi serupa untuk (Apple) iPhone dan ponsel yang menggunakan sistem operasi (Google) Android.

Vice President Business Development Blue Bird Group, Noni Purnomo menjelaskan pelanggan taksi menginginkan pemesanan taksi yang cepat dan tidak perlu menelepon berulang kali untuk mengetahui posisi taksi yang dipesan.

"Pemesanan taksi melalui aplikasi perangkat iPhone dan Android ini akan menambah pelanggan Blue Bird Group lebih besar lagi. Pengguna Blackberry di Indonesia saja sudah besar, semoga pengguna iPhone dan Android juga lebih besar lagi," kata Noni di Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Pemesanan taksi melalui aplikasi ini merupakan bagian dari inovasi bisnis yang dilakukan Blue Bird Group. Sistem Taxi Mobile Reservation tersebut akan memberikan kemudahan dan kepastian pelanggan dalam memesan taksi, bukan melalui telepon ataupun pesan pendek (SMS).

Pembuatan aplikasi pemesanan taksi melalui ponsel pintar tersebut, kata Noni, seiring dengan gaya hidup sebagian besar masyarakat Indonesia terutama Jakarta. Menurut pihak BlueBird, pengguna iPhone di Jakarta ada sekitar 7.200 pengguna dan Android sekitar 82.500 pengguna. Tak dijelaskan data ini didapat dari lembaga riset atau operator mana.

"Untuk aplikasi ini kami mengeluarkan investasi Rp 50 miliar," tambahnya.

Vice President Central Operation Blue Bird Group, Sigit Priawan Djokosoetono menambahkan aplikasi Taxi Mobile Reservation bisa diunduh di AppStore dan Android Market. Model yang dipakai adalah pemesanan taksi berdasarkan lokasi pemesan yang kemudian disesuaikan dengan posisi taksi, semua ini menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS).

Jika pengguna sudah mengunduh aplikasinya, pengguna harus mengisi data diri baik berupa nama, nomor telepon hingga alamat. Untuk melakukan pemesanan taksi, pengguna hanya menekan pemesanan taksi dan akan langsung terhubung dengan kantor pusat Blue Bird Group.


"Calon penumpang pun langsung bisa mengetahui posisi taksi yang dipesan dengan mengklik refresh pada ponsel.
-- Sigit Priawan Djokosoetono, Vice President Central Operation Blue Bird Group"

"Karena alamat sudah ada di database, maka taksi terdekat dengan calon penumpang akan langsung datang ke lokasi. Calon penumpang pun langsung bisa mengetahui posisi taksi yang dipesan dengan mengklik refresh pada ponsel. Ada semacam peta digital yang bisa mengecek posisi taksi," jelas Sigit.

Aplikasi GPS sebenarnya sudah diterapkan di taksi Blue Bird Group sejak tahun 2000. Sehingga pengemudi taksi Blue Bird Group sudah dibiasakan menggunakan GPS tersebut.


• KOMPAS

Wednesday, November 30, 2011

Kelompok Aplikasi Android Dimenangi Perempuan

AW Subarkah/KOMPAS - Kelompok Aplikasi Android Dimenangi Perempuan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kelompok aplikasi Android dalam kontes aplikasi nirkabel IWIC (Indosat Wireless Innovation Application Contests) VI berhasil dijuarai perempuan.

Pengumuman kontes tahunan ini baru saja diumumkan Rabu malam di acara HUT ke-44 Indosat di gedung JCC, Senayan, Jakarta. Acara Gebyar 44 Tahun Indosat untuk Indonesia ini ditandai dengan pencapaian pelanggan perusahaan itu yang sudah mencapai 50 juta pelanggan Riska Indah Pertiwi dkk, Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) Surabaya meraih juara pada kategori Games & Entertainment.

Mereka tampil dengan karya AHA Finger Learning. Karya ini memberikan solusi pembelajaran aritmatika untuk anak usia sekolah dasar dengan cara menarik melalui game. Sedangkan Bellina Rachman Saleh (programmer Jakarta) merebut juara kategori Business & Commerce.

Karya Kamar Pas yang unik pada intinya memudahkan orang berbelanja pakaian, terutama terkain dengan penjualan online yang semakin marak belakangan. Kedua karya menonjol ini merupakan aplikasi berbasis sistem operasi Android.

Sementara kontes ini sendiri terdiri dari tiga kategori, yaitu kategori business & commerce, games & entertainment, dan special yang masing-masing masih dibagi dalam beberapa kelompok.

Dari dua kategori terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok aplikasi untuk platform Android, BlackBerry, dan Other Devices. Sedangkan khusus kategori special hanya memiliki dua kelompok, yaitu mom & kids, dan sports. Juara pertama untuk masing-masing kelompok (total 8 kelompok dari tiga kategori) menerima 3p 20 juta. Juara kedua mendapat Rp 15 juta.

Juara IWIC VI tahun 2011
Kategori Business & Commerce, Android: 1. Bellina Rachman Saleh (programmer Jakarta), 2. Chrisnanto Aditya Wardani (mahasiswa ITB) ; BlackBerry: 1. Muhammad Imran (karyawan IT Bandung), 2. Ari Wibisono (mahasiswa UI); Other Divices: 1. Subiyanto (guru SMUN 3 Semarang), 2. Maria H Utami (mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara).

Kategori Games & Entertainment, Android: 1. Riska Indah Pertiwi (Mahasiswa PENS Surabaya), 2. Nurlina Setyawan (mahasiswa IT Telkom Bandung) ; BlackBerry: 1. Kiranasasi Wiryawan (web designer Bandung), 2. Emo Prayudo (dosen Binus dan Paramadina Jakarta);

Other Devices: 1. Mawaddah Muhammad (mahasiswa UNM Makassar), 2. Alfandra Tiaputra (mahasiswa UI). Kategori Special, Mom & Kids: 1. Muhammad Ikhsan (mahasiswa ITB), 2. Inayah Arsyad (guru privat Jakarta) ; Sport: 1. Sandy Marly Colondam (project manager IT Jakarta), 2. Dania T Soraya (Jakarta)


• KOMPAS

Pelatihan Online KOMPAS Tekno untuk Kompetisi Game Java


Game - Mobile Developer War 2

JAKARTA, KOMPAS.com
- Kanal teknologi dari KOMPAS.com, Kompas Tekno dipercaya sebagai media partner dalam ajang Mobile Game Developer War 2. Acara ini terselenggara atas KOMPAS.com dan pengembang game asal Bandung, Agate Studio.

Dalam kompetisi ini, peserta diharuskan membuat game mobile berbasis J2ME. Sebagai langkah awal, peserta bisa mendaftar di bit.ly/daftardevelopercamp. Bagi pemula bisa mengikuti pelatihan pembuatan mobile game, Mobile Game Developer Camp yang diadakan Agate Studio mulai 26 November - 17 Desember 2011 bertempat di Digigames Surya Sumantri, Bandung. Di sana akan dibahas tentang proses game development, game design, game marketing hingga potensi pasar di industri game.

Selain itu, bagi yang baru saja membaca informasi ini dan berminat mengikuti pelatihan atau tidak dapat menghadiri pelatihannya secara langsung dapat "belajar" dari Camp Online yang disediakan KOMPASTekno di http://tekno.kompas.com/lipsus/1491/Membuat.Game.Mobile.Berbasis.Java. Dari sana, Anda bisa mendapatkan informasi cara membuat game berbasis Java, cara mempromosikan game hingga cara agar bisa mengikuti Agate Mobile Game Developer War tersebut.

Setelah mengikuti pelatihan dan telah berhasil membuat sebuah game, dapat men-submit game tersebut ke Nokia Store paling lambat 20 Desember 2011 dan paling lambat rilis 14 Januari 2012. Ketentuannya, game ini harus pertama kali dibuat dan belum pernah disertakan dalam kompetisi lain, dirilis Nokia Store atau appstore yang lain. Game yang dirilis bisa berbentuk gratis atau berbayar.

Untuk menentukan pemenang, game yang terbuka untuk umum ini akan ditentukan dari jumlah pengunduh di Nokia Store selama 30 hari sejak game pertama kali dirilis. Tiga game dengan pengunduh terbanyak akan menjadi pemenang. Pemenang pertama mendapat Rp 30 juta, pemenang kedua Rp 20 juta, dan pemenang ketiga Rp 10 juta.

Masih ada pertanyaan soal pelatihan dan kompetisi game ini? Silahkan e-mail ke contact@agateacademy.com.


• KOMPAS

Tuesday, November 29, 2011

Inilah Finalis Indosat Wireless Innovation Application Contest IV

INDOSAT-IWIC 2010 telah mengantarkan anak muda kreatif mewujudkan kreasinya dalam pembuatan aplikasi nirkabel.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kontes aplikasi nirkabel atau yang lebih dikenal dengan IWIC (Indosat Wireless Innovation Application Contests) VI memasuki babak final. Kontes tahunan baru saja menyelesaikan penilaian juri dan hasilnya baru akan diumumkan Rabu malam esok dalam acara HUT ke-44 Indosat di gedung JCC, Senayan, Jakarta.

Beberapa karya menarik yang ditampilkan finalis antara lain seperti karya Kamar Pas, karya Bellina Rachman Saleh, perempuan programmer dari Jakarta . Yang intinya memudahkan orang berbelanja pakaian, terutama terkain dengan penjualan online yang semakin marak belakangan.

Demikian juga finalis tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dengan karya AHA Finger Learning. Karya ini memberikan solusi pembelajaran aritmatika untuk anak usia sekolah dasar dengan cara menarik melalui game.

Kedua karya menonjol ini merupakan aplikasi berbasis sistem operasi Android yang belakangan semakin menonjol kiprahnya. Sementara kontes ini sendiri terdiri dari tiga kategori, yaitu kategori business & commerce, games & entertainment, dan special yang masing-masing masih dibagi dalam beberapa kelompok.

Dari dua kategori terbagi dalam tiga kelompok, yaitu kelompok aplikasi untuk platform Android, BlackBerry, dan Other Devices. Sedangkan khusus kategori special hanya memiliki dua kelompok, yaitu mom & kids, dan sports.

Finalis IWIC VI:
Kategori Business & Commerce, Android: Chrisnanto Aditya Wardani (mahasiswa ITB), Bellina Rachman Salegh (programmer Jakarta); BlackBerry: Ari Wibisono (mahasiswa UI), Muhammad Imran (karyawan IT Bandung); Other Divices: Maria H Utami (mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara), Subiyanto (guru SMUN 3 Semarang).

Kategori Games & Entertainment, Android: Nurlina Setyawan (mahasiswa IT Telkom Bandung), Riska Indah Pertiwi (mahasiswa ITS Surabaya); BlackBerry: Kiranasasi Wiryawan (web designer Bandung), Emo Prayudo (dosen Binus dan Paramadina Jakarta); Other Devices: Mawaddah Muhammad (mahasiswa UNM Makassar), Alfandra Tiaputra (mahasiswa UI).

Kategori Special, Mom & Kids: Inayah Arsyad (guru privat Jakarta), Muhammad Ikhsan (mahasiswa ITB); Sandy Marly Colondam (project manager IT Jakarta.


• KOMPAS

Thursday, November 24, 2011

Tempo.Co Juara 2 untuk Aplikasi Ponsel se Asia

TEMPO.Co, Hongkong - Situs Tempo.Co yang sebelumnya bernama Tempo Interaktif meraih posisi kedua (Silver Award) sebagai penyedia aplikasi publishing terbaik untuk telepon seluler se-Asia. Pengumuman pemenang The Best Mobile Media 2011 ini digelar malam ini dalam perhelatan Asian Digital Media Award (ADMA) 2011 di Hotel Shangri-la, Kowloon, Hong Kong. Tempat pertama diraih The Straits Times (Singapura) dan The Nation (Thailand). Tempat ketiga direbut The Union.

Menurut CEO WAN-IFRA, Christoph Riess, penghargaan WAN-IFRA diberikan kepada perusahaan yang melakukan pengembangan luar biasa pada media digital. Diharapkan, ujarnya, "Pengembangan ini akan menjadi model di negaranya."

Anugerah mobile media adalah penghargaan untuk aplikasi berbasis telepon seluler yang memungkinkan pemakainya langsung melihat content tanpa perlu membuka browser lebih dulu. Aplikasi yang disediakan Tempo Interaktif mencakup mobile apps untuk iPhone/iPod/iPad, Blackberry, dan Android.

ADMA merupakan acara tahunan Asosiasi Penerbit Surat Kabar dan Berita Sedunia (World Asociation Newspapers and News Publishing/WAN-IFRA). Anugerah ini diberikan untuk beberapa kategori. Di antaranya media online, video online, infografik, tablet publishing, media sosial, dan mobile media.

Untuk kategori situs surat kabar terbaik, tempat pertama direbut The Straits Times, di tempat kedua ada Kompas dan Malaya Manorama, di tempat ketiga ada Dow Jones (Asia Wall Street Journal). Kompas juga merebut juara satu (emas) untuk kategori Cross Media dalam aplikasi Cincin Api.

Ada pun untuk situs majalah, tempat pertama diraih Edipress Hong Kong. Di kategori tablet, emas diraih The Star (Malaysia).

Anugrah ADMA diberikan bersamaan dengan Konferensi Digital Media Asia 2011 yang berlangsung dari Rabu 23 November 2011 hingga besok. Konferensi tahunan kali ini mengekplorasi strategi penerbit-penerbit terkemuka di dunia dalam memanfaatkan media digital dan meraih keuntungan atas aneka macam produknya, dari surat kabar, majalah, televisi, atau buku. Ada tiga isu besar yang dibahas: Online dan Sosial Media Asia, Tablet Publishing, dan Mobile Media.

Konferensi ini dihadiri 260 media dari 22 negara. Pembicara di antaranya Greg Hywood, CEO Fairfax Media, Australia, yang menerbitkan antara lain The Sydney Morning Herald. Pembicara lainnya adalah Christine Brendle dari Dow Jones.

Perusahaan mesin pencari terbesar di dunia, Google, mempresentasikan bagaimana sistem mereka bisa digunakan untuk melakukan analisis content hingga mengekstrak profil pembaca. Informasi ini penting bagi redaksi untuk memantau popularitas isu dan memenuhi keinginan pembacanya. (YOSEP SUPRAYOGI | HONGKONG)



• TEMPOInteraktif

Wednesday, November 23, 2011

ITB Siap Lahirkan 200 Aplikasi Windows Mobile

Windows Phone Marketplace

BANDUNG, KOMPAS.com - Microsoft Innovation Center Institut Teknologi Bandung (MIC-ITB) bekerjasama dengan Microsoft Indonesia, Navcore Nextology dan Nokia menggelar workshop aplikasi mobile berstandar global. Acara bertajuk MIC-ITB Code Camp 2011 ini diikuti oleh 230 praktisi teknologi informasi, mahasiswa dan para penggiat teknologi mobile.

Workshop yang diadakan 22-24 November 2011 ini menargetkan pembuatan sekurangnya 200 aplikasi Windows mobile. "Ratusan aplikasi ini ditargetkan mampu menembus Windows Phone Marketplace yang berkembang pesat selama ini," kata Ary Setijadi Prihatmanto, MIC-ITB Manager di acara ITB Digital Media Festival, Bandung (23/11/2011).

Sebagai langkah awal, peserta workshop diajarkan metode pengembangan aplikasi dan game yang efisien dalam memanfaatkan cloud computing. "Selain itu juga diajari cara menjual aplikasi," kata Ary.

Berdasarkan hasil riset terbaru dari Appcelerator dan IDC, pengembang aplikasi cukup tertarik dengan platform Windows Mobile. Sebanyak 38 persen dari 2.160 pengembang aplikasi di seluruh dunia yang disurvei menyatakan ketertarikannya.

Hingga Oktober lalu, jumlah aplikasi mobile terus berkembang pesat dan di masa depan tentu akan lebih banyak lagi. Apple iTunes App Store sudah memiliki 500.000 aplikasi sejak diluncurkan tiga tahun lalu.

Begitu juga dengan Android Market yang sudah memiliki 300.000 sejak 2008. Sementara aplikasi di Windows Phone Marketplace agak tertinggal dengan hanya memiliki 40.000 aplikasi dari 10.000 pengembang aplikasi.

Angka yang masih kecil itu justru dinilai sebagai peluang, sebuah kesempatan bagi developer lokal untuk membuat aplikasi yang bisa bersaing dengan developer global. Risman Adnan, Developer & Platform Group Director PT Microsoft Indonesia mengatakan pengembang aplikasi lokal masih memiliki kesempatan untuk bersaing, asal aplikasinya bermanfaat bagi pengguna.


• KOMPAS

Monday, October 31, 2011

Kini, Anda Bisa Prediksi Cuaca 1 Jam ke Depan

Dengan aplikasi 'peramal cuaca' ini, Anda tak perlu takut basah kuyup kehujanan di jalan.

VIVAnews – Hendak berangkat ke kantor atau pulang ke rumah dengan menggunakan motor? Pastikan dulu Anda punya aplikasi ‘peramal cuaca’ yang satu ini. Pasalnya, cuaca saat ini kerap berubah-ubah tak menentu. Sekejap cerah, sekejap hujan deras mengguyur.

Aplikasi ‘peramal cuaca’ ini bernama Dark Sky. Dark Sky akan memberitahu Anda cuaca satu jam ke depan. Istimewanya, prediksi Dark Sky diklaim amat akurat. Dengan aplikasi ini, Anda hanya perlu waktu 5 menit untuk mengetahui hujan lebat akan turun, sehingga Anda mempunyai waktu cukup untuk mempersiapkan diri.

Analis data radar cuaca Adam Grossman and Jack Turner menyatakan, aplikasi Dark Sky juga mengetahui lokasi di mana Anda berada secara tepat. Lantas bagaimana aplikasi ini bekerja?

Dilansir dari laman wired, aplikasi Dark Sky bisa membedakan dengan mudah, mana sistem badai atau cuaca yang akan bergerak dalam waktu setengah jam mendatang. Algoritma yang memprediksi cuaca kemudian menambahkan gambar radar ke dalam sebuah gambar animasi cuaca yang sangat halus. Ini mirip seperti visualisasi iTunes.

Aplikasi Dark Sky membutuhkan banyak server untuk mencatat dan mempelajari data radar dari seluruh negara. Sayangnya ini berarti, peluncuran aplikasi Dark Sky di tingkat internasional masih butuh waktu yang lama.



• VIVAnews

Monday, October 24, 2011

Tokobagus.com Luncurkan Aplikasi untuk Android

DENPASAR--MICOM: Situs jual beli online terbesar di Indonesia Tokobagus.com meluncurkan aplikasi untuk jenis smartphone dan gadget berbasis android pada awal Oktober 2011.

"Aplikasi untuk android itu diharapkan dapat membantu pelanggan agar lebih mudah mengakses Tokobagus.com. Selain itu, memasang iklan dan berbelanja sangat mudah via aplikasi ini, seperti halnya pada versi dekstopnya," kata Arnold Sebastian Egg, pendiri Tokobagus.com, di Denpasar, Senin (24/10).

Dia menjelaskan, aplikasi itu bisa digunakan untuk android dengan operation system 2.1 eclair, 2.2 froyo dan 2.3 gingerbread.

Aplikasi ini bisa digunakan pada sebagian besar smartphone dan gadget berbasis android. Mulai smartphone dengan layar standar, seperti Sony Ericsson X10 Mini, Samsung Galaxy Ace, Sony Ericsson Arc, sampai Tablet Galaxy Tab 7 dan HTC Flyer.

Menurut Arnold Sebastian, semua fitur Tokobagus.com yang ada di versi desktop bisa ditemui di aplikasi untuk android ini.

Pengunjung dengan mudahnya dapat memasang iklan, mendaftar anggota baru, melengkapi profile anggota, melihat daftar iklan terbaru serta berbagai aktivitas lainnya. (Ant/OL-9)


• MediaIndonesia

Friday, October 21, 2011

Paket Starter SAP Business One, aplikasi wajib UKM pemula

Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan penyedia solusi aplikasi peranti lunak SAP meluncurkan solusi Paket Starter SAP Business One dengan harga terjangkau untuk membantu para pengusaha muda mengembangkan bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia.

"Semua fitur-fitur sudah kami sesuaikan dengan kebutuhan UKM pemula dan jika mereka ingin mendapatkan fitur tambahan bisa di-upgrade secara gratis," kata Channel Manager SAP Indonesia Toni Djunaidi

Dia mengatakan para pengusaha pemula UKM enggan menggunakan aplikasi peranti lunak khusus untuk perusahaan karena harganya yang mahal dan beralih kepada sistem peranti lunak yang tidak dirancang khusus untuk mengerjakan semua program kerja perusahaan.

Padahal, sebuah UKM yang baru lebih membutuhkan sistem peranti lunak yang handal dan efisien untuk menunjang segala kinerja dan mengembangkan perusahaan.

SAP menyediakan solusi murah Paket Starter SAP Business One yang dapat mengintegrasikan semua fungsi bisnis di seluruh lini perusahaan dalam satu modul termasuk program sistem manajemen keuangan dasar, penjualan, pembelian, manajemen, hubungan pelanggan, fungsi database, dan akuntansi keuangan.

Solusi yang hanya digunakan untuk 1-5 pengguna memiliki keuntungan antara lain meningkatkan efisiensi kinerja perusahaan, mengintegrasikan seluruh penjualan, inventaris, pembelian, operasional dan keuangan ke dalam satu sistem, menghilangkan pemasukan data yang berulang, meminimalkan kesalahan dan mengurangi biaya perusahaan.

Uniknya, aplikasi itu bisa diakses melalui perangkat Apple seperti iPad dan iPhone. Nantinya, menyusul Android dan RIM. Harapanya, UKM itu nantinya bisa mengembangkan bisnis yang cepat fleksible dan profesional serta meningkatkan daya saing produksi Indonesia.(Adm)



• Antaranews

Microsoft Cari Local Heroes Software di Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Microsoft Indonesia kini sedang mencari para "local heroes" yang sukses mengembangkan software buatannya.

"Untuk mendorong semakin banyak orang membuat software," kata Hermawan Sutanto, Director Central Marketing Organization Microsoft Indonesia, di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2011.

Menurut dia, setidaknya ada tiga kriteria yang menjadikan sebuah perusahaan atau seseorang menjadi local heroes peranti lunak.

Pertama, mereka sudah terjun di dunia bisnis dan berkembang. Kedua, belum masuk ke dunia bisnis, tapi sudah memiliki business plan yang jelas. Ketiga, para pembuat software yang memiliki potensi untuk terus mengembangkannya.

Hermawan mencontohkan, ada satu perusahaan software di Tanah Air, PT Intersoft Solutions, yang berhasil menembus pasar Eropa dan Amerika Utara. "Perusahaan ini menjual modul share point untuk membuat aplikasi," ujarnya.

Ada pula Knowledge Center Terpadu yang berbasis komputasi awan yang diterapkan di Provinsi Papua. Portal www.papuadev.info yang berbasis cloud ini dibangun oleh Dinas Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi Provinsi Papua dan Badan Pusat Statistik Papua.

Hermawan menjelaskan bahwa Microsoft mendorong masyarakat Indonesia untuk membuat software supaya mereka sadar bahwa peranti lunak pun dapat memberikan penghasilan. "Selain itu juga supaya masyarakat sadar akan Hak Kekayaan Intelektual," katanya.

Perusahaan yang didirikan Bill Gates ini menerapkan program DreamSpark sebagai sarana bagi siapa saja untuk dapat membuat peranti lunak. Di Indonesia, program tersebut digelar dengan menggandeng sekitar 15 perguruan tinggi di berbagai daerah, seperti Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Bina Nusantara, dan sebagainya.

Hermawan, yang baru "datang" dari kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington, Amerika Serikat, menyayangkan masih sedikitnya peserta DreamSpark di Indonesia yang jumlahnya "baru" ratusan orang.

Sementara di negara-negara, seperti Brasil, Cina, dan India, peserta DreamSpark mencapai ribuan orang. "Bisa jadi karena belum mengetahui informasinya atau belum dapat inspirasi akan membuat software apa," katanya.(RINI KUSTIANI)



• TEMPOInteraktif