Showing posts with label BATAN. Show all posts
Showing posts with label BATAN. Show all posts

Wednesday, November 9, 2011

Batan hasilkan benih puluhan varietas unggul

Yogyakarta (ANTARA News) - Para peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional menghasilkan benih puluhan varietas unggul untuk tanaman pangan, kacang-kacangan, dan tanaman industri yang penyebarannya telah mencapai 23 daerah di seluruh Indonesia.

"Puluhan varietas unggul itu terdiri atas 17 varietas padi, enam kedelai, satu kacang hijau, dan satu kapas," kata Kepala Pusat Diseminasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Totti Tjiptosumirat di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia di sela pembukaan lokakarya Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) 2011 bertema "Meraih Keunggulan Melalui Iptek Nuklir", produksi masing-masing varietas unggul khususnya tanaman pangan dan kacang-kacangan itu di atas rata-rata jenis biasa.

Misalnya, produksi varietas unggul padi Bestari dan varietas unggul kedelai Rajabasa yang dihasilkan Batan lebih banyak sekitar 2-3 ton per hektare dibandingkan dengan jenis padi biasa. Hal itu tentunya dapat menguntungkan para petani, karena hasil panen yang diperoleh lebih banyak.

"Saat ini varietas unggul untuk tanaman pangan dan kacang-kacangan itu penanamannya telah mencapai 2,3 juta hektare di seluruh Indonesia. Sebelum ditanam varietas unggul itu telah melalui pengujian berupa kegenjahan (umur), ketahanan terhadap hama, produksi, dan rasa," katanya.

Ia mengatakan hingga kini produk hasil litbang Batan terutama di bidang pertanian telah diterapkan di daerah. Wilayah penyebarannya telah mencapai 23 daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

"Masyarakat menerima hasil litbang Batan tersebut, terbukti dengan terbentuknya sentra-sentra penghasil benih varietas unggul padi dan kedelai seperti di Subang, Lampung, Jambi, Banda Aceh, Gorontalo, Jepara, Blitar, dan Banyuwangi," katanya.

Dengan hasil pencapaian program PHLIN itu, menurut dia petani menjadi lebih mudah untuk memperoleh benih varietas unggul padi dan kedelai yang dihasilkan Batan yang bersertifikasi. Program pemanfaatan teknologi Batan itu dapat dilanjutkan secara mandiri.

Ketua Panitia Lokakarya Pemanfaatan Hasil Litbang Iptek Nuklir (PHLIN) 2011 Ruslan mengatakan penelitian di bidang iptek nuklir tentu akan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Produk hasil penelitian harus terus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

"Masukan dari mitra dan pengguna sangat diperluka untuk litbang selanjutnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu komunikasi dalam bentuk pertemuan antara penghasil teknologi dengan penggunanya," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, Pusat Diseminasi Iptek Nuklir Batan menyelenggarakan lokakarya PHLIN untuk mengetahui kemajuan pelaksanaan kegiatan serta mengevaluasi keberhasilan dan hambatan dalam pelaksanaannya.

"Kegiatan yang berlangsung hingga 9 November 2011 itu diikuti sekitar 100 peserta dari seluruh mitra daerah dan pengguna yang sudah menerapkan produk litbang Batan, calon pengguna baru, pakar, penentu kebijakan, dan wirausahawan," katanya.(L.B015*H010)


Antaranews

Sunday, October 16, 2011

Nuklir Indonesia tidak untuk senjata

Hudi Hastowo. (Info Batan)

Yogyakarta (ANTARA News) - Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) menegaskan bahwa teknologi nuklir di Indonesia tidak akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembuatan senjata.

"Pemanfaatan teknologi nuklir di Indonesia tidak akan digunakan untuk kepentingan membuat senjata perang, tetapi lebih ditujukan untuk kepentingan perdamaian dan kesejahteraan manusia," kata Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Hudi Hastowo, usai peresmian Zona Nuklir di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, Indonesia telah memiliki peraturan perundang-undangan tentang pemanfaatan teknologi nuklir, salah satunya mengatur bahwa nuklir tidak akan digunakan untuk kepentingan membuat senjata tetapi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selama ini, lanjut dia, hasil riset yang dilakukan Batan untuk pemanfaatan teknologi nuklir telah mampu memberikan manfaat kepada masyarakat di berbagai bidang.

Di bidang pertanian, Batan telah mampu menghasilkan benih unggul untuk padi sebanyak 16 varietas, sorgum dan kedelai karena selama ini Indonesia masih mengimpor bahan utama pembuatan tempe itu.

Batan, dikatakannya, juga menemukan formula pakan ternak yang mampu meningkatkan bobot hewan ternak dengan lebih baik, serta membuat pakan ternak menjadi lebih awet.

Di bidang kesehatan, menurut dia, teknologi nuklir juga telah dimanfaatkan untuk membantu menyembuhkan penderita gondok, seperti yang pernah dilakukan kepada masyarakat di lereng barat Gunung Merapi.

"Teknologi nuklir ini juga pernah digunakan untuk mendeteksi air tanah dalam seperti yang dilakukan di Klaten, Malang, Madura dan di Gunung Kidul dalam proyek Bribin," katanya.

Mengenai rencana pembuatan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), Hudi mengatakan, belum ada tindak lanjut atas rencana pembuatan pembangkit listrik tersebut.

"Terlebih, setelah ada bencana gempa bumi di Jepang yang menyebabkan kebocoran reaktor nuklir Fukushima. Rencana itu kini masih tertunda, padahal sebelumnya penerimaan masyarakat cukup baik," katanya.

Batan, lanjut dia, akan tetap menyiapkan sumber daya manusia dan peningkatan penguasaan teknologi karena telah ada amanah dalam Undang Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang rencana pembangunan jangka panjang.

Pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) rencananya akan dibangun di kawasan Tanjung Ular Muntok Bangka Barat yang akan dilanjutkan dengan tahap studi kelayakan lokasi.
(T.E013/R010)


Antaranews

Saturday, October 15, 2011

Unhas perkenalkan teknologi pakan berbasis limbah lokal

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkenalkan teknologi pakan ternak berbasis limbah lokal yang diberi nama Urea Molases Multi Nutrian Blok (UMMB).

Limbah yang terdiri atas berbagai jenis tersebut dicampur dedak dan tetes tebu kemudian dipadatkan akan merangsang kerja ruman (pencernaan) sapi sehingga lebih efektif.

"Dengan selera makan yang tinggi, sapi bisa menyantap makanan apa saja termasuk makanan kering. Dengan begitu sapi akan cepat gemuk," kata Ketua Tim UMMB Fakultas Peternakan Unhas Prof Latif Toleng di Bantaeng, Kamis.

Saat memperkenalkan teknologi pakan perangsang selera makan sapi hasil kerjasama Unhas dengan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan) kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah di Kelurahan Tanah Loe, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng, Prof Latif mengaku teknologi pakan ini sudah diuji coba di berbagai tempat di Bantaeng.

"Kebetulan Pemda Bantaeng, mulai dari Bupati, Camat hingga Lurah dan peternaknya sangat respon sehingga kami melakukan percobaan di daerah ini," ujarnya.

Ia kemudian mengemukakan kegiatan pembinaan yang dilakukan terhadap peternak untuk membuat formula pakan yang dapat diolah sendiri dan bahannya berada di sekitar peternak.

"Mungkin yang harus didatangkan hanya tetes tebu dari Pabrik Gula," tutur Latif yang didampingi sejumlah timnya.

Selain teknologi pakan UMMB yang dapat meningkatkan berat badan sapi dalam waktu singkat, Fakultas Peternakan Unhas juga mempersiapkan teknologi yang dapat memperpendek jarak kelahiran.

"Insya Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama, kami juga akan mendatangkan teknologi yang dapat memperpendek jarak kelahiran. Mungkin hanya tiga bulan setelah melahirkan, sapi betina sudah bisa bunting lagi," ujarnya.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik pengembangan teknologi ternak tersebut. "Saya senang karena peternak juga sudah berorientasi bisnis dibuktikan dengan adanya kompetisi meningkatkan berat badan," ujarnya.

Peternak sudah mengerti bahwa setiap peningkatan berat badan itu berarti terjadi peningkatan rupiah. Karena itu, ia berharap teknologi tersebut secepatnya dialirkan kepada peternak.

"Bila para peternak sudah menguasai teknologinya, ke depan Bantaeng akan menjadi pemasok sapi berkualitas," tambah Nurdin Abdullah yang berharap setiap kelompok petani ternak sudah harus memiliki timbangan sendiri agar dapat memantau perkembangan berat badan sapinya.

Peternak lebih cepat paham bila melihat langsung tata cara pembuatan pakannya dibandingkan disuruh berfikir," ucap Bupati Bantaeng. (HK/F003)


Antaranews