Showing posts with label Seluler. Show all posts
Showing posts with label Seluler. Show all posts

Saturday, January 14, 2012

Operator Seluler Minta Ponsel Cerdas Dijual Murah

TEMPO.CO , Jakarta- Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) mengharapkan agar perangkat telepon seluler cerdas bisa semakin terjangkau masyarakat. “Kami meminta harga smartphone 3G bisa sekitar US$ 60,” kata Ketua ATSI Sarwoto Atmosutarno dalam konferensi pers Proyeksi Industri Telekomunikasi 2012 di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat, 13 Januari 2012.

Saat ini, kata Sarwoto, harga telepon seluler cerdas umumnya masih di kisaran US$ 100 atau sekitar Rp 900 ribu. ATSI menginginkan ponsel cerdas yang menggunakan jaringan 3G bisa dijual seharga Rp 550 ribu.

Masih menurut Sarwoto, ketersediaan ponsel cerdas ini amat penting untuk mendukung rencana industri seluler mengembangkan jaringan mobile broadband. Investasi ini juga mesti didukung dengan perangkat yang mampu menggunakan jaringan 3G.

Jangan sampai karena ketiadaan perangkat membuat investasi yang dikeluarkan tidak menghasilkan keuntungan. “Operasionalnya jadi loss benefits,” kata Sarwoto, yang juga Direktur Utama Telkomsel.

Ke depan, kata dia, industri telekomunikasi akan banyak menggantungkan pendapatan dari layanan data dan broadband. Ini menjadi pilihan yang tidak bisa dihindari setelah industri ini tumbuh stagnan sepanjang 2011 lalu akibat jenuhnya layanan voice dan pesan pendek.

Pengguna layanan data selama 2011 lalu menunjukkan pertumbuhan lebih dari 100 persen bila dibandingkan 2010. Asosiasi mencatat hingga akhir tahun lalu pengguna layanan data ada sekitar 70 juta pelanggan.

“Ini memberikan zona pertumbuhan yang baru karena pelanggan layanan data ini masih kurang dari 30 persen jumlah penduduk,” katanya.

Sarwoto mengungkapkan industri telekomunikasi tidak lagi mengandalkan SIM-Card untuk mengejar pendapatan, tapi akan fokus pada penetrasi mobile broadband. Dari belanja modal sebesar Rp 30 triliun pada 2011 lalu lebih dari 90 persen digunakan untuk peningkatan jaringan dan layanan data.(IQBAL MUHTAROM)


• TEMPO.CO

Thursday, January 12, 2012

Pelanggan Seluler RI 2011 Tembus 240 Juta

Jumlah pelanggan layanan broadband telah mencapai 70 juta

ATSI memprediksi, tahun 2012 juga akan menjadi tahun layanan data. Ini terlihat dari jumlah pelanggan data dan broadband yang meningkat. Pertumbuhan layanan data lebih dari 100 persen.

VIVAnews - Data Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI), yang dihimpun dari 10 perusahaan telekomunikasi di tanah air, menunjukkan penetrasi layanan voice dan SMS di kalangan pengguna seluler Indonesia naik hingga sebesar 110 persen.

Hingga akhir 2011 lalu, jumlah pelanggan selular di Indonesia telah mencapai lebih dari 240 juta pelanggan. Dari jumlah pelanggan tersebut, kontribusi terbesar masih diberikan oleh pelanggan prabayar yang jumlahnya mencapai 95 persen.

“Angka pemakaian percakapan suara (voice) telah mencapai 180 miliar menit percakapan,” kata Sarwoto Atmosutarno, Ketua ATSI di Jakarta, 13 Januari 2012. “Jumlah SMS yang terkirim mencapai 260 miliar unit SMS, dan jumlah transaksi data mencapai 27 ribu terabyte,” ucapnya.

Dari sisi pendapatan rata-rata per pelanggan (ARPU), operator telekomunikasi rata-rata hanya mendapatkan sekitar Rp20 ribu per bulan. Meski demikian, kata Sarwoto, jika melihat kenyataan bahwa jumlah pelanggan telah melebihi jumlah penduduk di Indonesia, maka mobile broadband akan menjadi bisnis utama bagi industri telekomunikasi.

ATSI memprediksi, tahun 2012 juga akan menjadi tahun layanan data. Menurut Sarwoto, hal ini karena melihat jumlah pelanggan data dan broadband juga meningkat. Layanan data mengalami pertumbuhan di layanan data lebih dari 100 persen, dan jumlah pelanggan broadband telah capai 70 juta pelanggan.

Peningkatan pendapatan dari layanan data, kata dia, didukung oleh perkembangan infrastruktur yakni peningkatan jumlah Base Transceiver Station (BTS). Dari 97 ribu BTS, sekitar 22 ribu di antaranya merupakan BTS node B (3G).

"Berbekal data pencapaian tahun 2011, industri telekomunikasi akan memfokuskan diri kepada layanan data dan broadband. ATSI mendorong operator selular mengembangkan berbagai inovasi layanan terkait data, atau value added services," ujarnya. (ren)


• VIVAnews

Rp27 Triliun Habis untuk Tingkatkan Jaringan

Perusahaan telekomunikasi tak bisa lagi andalkan pendapatan dari layanan voice dan SMS.

Perusahaan telekomunikasi tidak dapat lagi mengandalkan pendapatannya dari layanan voice dan SMS. Karena penetrasi layanan tersebut sudah terjadi perlambatan.


VIVAnews - Industri telekomunikasi telah menghabiskan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp27 triliun untuk peningkatan jaringan dan layanan data.

Besarnya investasi ini dilakukan karena industri telekomunikasi akan meningkatkan pendapatan dari bisnis layanan data, seiring perlambatan pertumbuhan dalam layanan voice dan SMS.

Berdasarkan data Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) yang dihimpun dari 10 perusahaan telekomunikasi di Indonesia, industri telekomunikasi telah membelanjakan investasi modal (capex) total sebesar lebih dari Rp30 triliun.

Dari total belanja modal tersebut, sekitar 90 persen atau Rp27 triliun diperuntukkan untuk upaya peningkatan jaringan dan layanan data.

"Perusahaan telekomunikasi tidak dapat lagi mengandalkan pendapatannya dari layanan voice dan SMS. Karena penetrasi layanan tersebut sudah terjadi perlambatan,” kata Sarwoto Atmosutarno, Ketua ATSI di Jakarta, Jumat 13 Januari 2012.

Pada 2012, menurut Sarwoto, perusahaan telekomunikasi akan serius pada layanan data dan menjadikan 2012 sebagai tahun layanan data.

“Ini terlihat dari jumlah pelanggan data dan broadband juga meningkat,” kata Sarwoto. “Layanan data mengalami pertumbuhan mencapai lebih dari 100 persen. Kini jumlah pelanggan broadband telah mencapai 70 juta pelanggan,” ucapnya. (art)



• VIVAnews

Thursday, December 8, 2011

Akomodasi IT, Pemerintah Siap Ubah Regulasi

Jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia telah mencapai 200 juta pelanggan

Pemerintah akan melakukan revisi terhadap perundang-undangan yang ada untuk meng-cover perkembangan konvergensi teknologi.

VIVAnews - Perkembangan di dunia teknologi dan telekomunikasi melaju dengan sangat cepat. Sayangnya, pesatnya pertumbuhan tersebut tidak mampu diikuti oleh regulasi yang berkepentingan untuk mengaturnya. Namun demikian, pemerintah sebagai pihak pembuat kebijakan tidak tinggal diam.

"Pemerintah siap mengakomodasi tren yang terjadi di industri IT dengan mengubah regulasi," kata Aswin Sasongko, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo pada ajang TechLife Innovative Award 2011, 8 Desember 2011.

Saat ini, kata Aswin, pengguna telepon seluler di Indonesia telah mencapai 200 juta pelanggan. "Melihat fakta tersebut, ada dua hal yang perlu disikapi yakni dari sisi besarnya market yang ada, dan juga besarnya peluang yang hadir," ucapnya.

Terkait contoh di atas, Aswin menyebutkan, konvergensi telah terjadi di dunia telekomunikasi. "Ponsel kini mampu menayangkan siaran televisi. Namun ada dua jenis siaran televisi yang bisa disaksikan lewat ponsel," kata Aswin. "Pertama, televisi yang menggunakan metode biasa, dan televisi yang siarannya berbasis internet (IP based)," ucapnya.

"Kalau dulu saluran operator penyedia layanan televisi berbeda-beda, ke depannya akan menjadi satu. Broadcasing radio, televisi, dan internet akan menggunakan 1 saluran yakni berbasis IP," ucap Aswin. "Untuk itu, pemerintah siap mengubah regulasi, contohnya agar Telkom juga bisa menjadi operator siaran televisi," ucapnya.

Aswin menyebutkan, pemerintah akan melakukan revisi terhadap perundang-undangan yang ada untuk meng-cover perkembangan konvergensi teknologi seperti itu.

Pada ajang penghargaan bagi inovasi di bidang teknologi yang dikembangkan oleh vendor pembuat berbagai perangkat teknologi dan penyedia layanan konten dan telekomunikasi ini, Aswin menyebutkan, pemerintah juga mendukung upaya masyarakat yang ingin memajukan dunia teknologi.

"Dari Kominfo, kami mendukung masyarakat yang membuat inkubator-inkubator teknologi, ataupun penghargaan di berbagai bidang, yang tidak hanya memberikan nilai tambah bagi produsen, tetapi juga bagi perkembangan konten lokal," ucap Aswin.



• VIVAnews

Monday, November 14, 2011

ASEAN Akan Bebas Roaming

Pembahasan soal ini sudah dilaksanakan antara menteri kominfo se-ASEAN.

Program ini memang masih dalam tahap pembicaraan antar pemerintah. Namun pertemuan terkait hal tersebut sudah dilaksanakan dalam ASEAN Telecomunication Minister beberapa waktu lalu. (VIVAnews/Muhammad Firman)

VIVAnews
- Kawasan ASEAN akan dikembangkan dengan menjadi sebuah kawasan ASEAN Connectivity. Nantinya seluruh negara-negara yang ada di kawasan ini akan bebas roaming.

Program ini sendiri memang masih dalam tahap pembicaraan antar pemerintah di kawasan ASEAN. Namun pertemuan terkait hal tersebut sudah dilaksanakan dalam ASEAN Telecomunication Minister di Kuala Lumpur beberapa waktu lalu.

“Rencana ini sudah mendekati kesepakatan dan akan dibahas di Myanmar bulan depan,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, 14 November 2011.

Semangat pengembangan Asean Connectivity, lanjut Tifatul, sangat strategis untuk memudahkan perdagangan di kawasan ASEAN, yang total jumlah penduduknya mencapai 600 Juta jiwa dan setengahnya merupakan populasi penduduk Indonesia. “ASEAN ini kan sudah bagus, apalagi Indonesia dengan geografi yang besar,” tuturnya.

Namun demikian, persoalan Asean Connectivity tidak akan dibahas dalam KTT ASEAN pekan depan, karena bukan merupakan bagian dari isu strategis KTT. “KTT ASEAN hanya membahas soal isu politik dan keamanan, sosial budaya dan ekonomi,” ucap Tifatul.

Lantas bagaimana bentuk kerjasamanya, terutama antar operator layanan seluler?

Tifatul mengatakan, setelah rencana tersebut disepakati, setelah itu akan ditindaklanjuti pada operator di seluruh kawasan ASEAN. “Nanti setelah disepakati, baru ke operator,” kata Tifatul. “Operator kan taat pada negara,” ucapnya. (umi)



• VIVAnews

Thursday, November 10, 2011

BATIC Diharapkan Jadi Acuan Operator Telekomunikasi Dunia

Bali Annual Telkom International Conference

JIMBARAN, KOMPAS.com - Operator-operator telekomunikasi dari berbagai negara berpartisipasi dalam BATIC (Bali Annual Telkom International Conference), di Avaya Spa and Resort, Jimbaran, Bali, 8-11 November 2011.

Pada pertemuan kali ini dibahas mengenai tantangan baru bagi operator untuk mencari sumber pendapatan baru di tengah persaingan yang semakin ketat dan ARPU (average revenue per user) yang terus menurun. BATIC pertama kali digelar tahun 2010 dan tahun ini adalah yang kedua kali.

Penyelenggara konferensi ini adalah Telin (Telkom International), yakni anak perusahaan Telkom Indonesia yang bergerak dalam bisnis dan investasi di luar negeri.

Telin berharap kegiatan BATIC bisa menjadi agenda tahunan yang mjadi acuan operator telekomunikasi di dunia. "Nantinya, kita ingin BATIC ini menjadi kalender rutin operator telekomunikasi di dunia," kata Ririek Adriansyah, Direktur Utama Telin dalam konferensi pers, Rabu (9/11/2011).

Ia mengatakan, nama BATIC sengaja dipilih karena berasosiasi dengan kata batik yg khas Indonesia sehingg acara ini sekaligus menjadi promosi bagi Indonesia. Apalagi, saat ini belum ada konferensi internasional khususnya di bidang telekomunikasi yang rutin dilakukan di Indonesia.

BATIC baru digelar mulai 2010 dan ke depan akan menjadi agenda tahunan. Kalau saat ini digelar November, pada 2012 akan digelar pada Juli. Selanjutnya, Telin berharap dapat menggelar setiap April.

Ririek mengatakan saat ini ada tiga agenda rutin yang selalu dihadiri para operator di dunia. Masing-masing PTC di Hawaii setiap Januari, ITW di Washington DC yang mulai tahun depan dipindah ke Chicago setiap Mei, serta ACC di Cebu, Filipina setiap September. BATIC diupayakan menjadi agenda rutin keempat.

Pertemuan-pertemuan semacam itu bukan hanya untuk berbagi informasi. Sejumlah operator memanfaatkannya untuk menjalin hubungan bisnis termasuk melanjutkan kerja sama yang sudah berlangsung. Telin, misalnya akan memanfaatkan ajang ini untuk memperpanjang sejumlah perjanjian kerja sama dengan beberapa operator dan menandatangani kemitraan antara lain dengan PCCW Hong Kong.

Pada BATIC 2011 tak kurang dari 150 eksekutif dari 62 operator telekomunikasi berbagai negara hadir termasuk dari perusahaan lokal termasuk sejumlah perusahaan ternama. Antara lain Accenture dan McKinsey yang berbagi tren perkembangan teknologi dan layanan telekomunikasi, Google, BlackBerry, Microsoft, Tata, Level 3 USA, China Telecom, Deutsche Telecom, Singtel, dan Hutchison.


• KOMPAS

Manajemen Telkomsel menjamin sepenuhnya pelayanan kepada publik, tidak akan terganggu

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Telkomsel memastikan layanan kepada pelanggan tidak terganggu akibat aksi pemogokan yang dilakukan oleh Serikat Karyawan Telkomsel (Sepakat) Hari ini.

''Manajemen Telkomsel menjamin sepenuhnya pelayanan kepada publik, tidak akan terganggu dengan adanya aksi mogok kerja nasional ini,'' kata GM Corporate Communication Telkomsel, Ricardo Indra di Jakarta, Kamis (10//11).

Indra menyatakan bahwa persoalan ini ( mogok,red) merupakan bagian dari proses hubungan industrial internal di Telkomsel dan para pihak terkait telah menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan baik dan cepat.

Secara prinsip, Manajemen Telkomsel senantiasa membuka ruang dialog dengan Serikat untuk membahas dan merundingkan penyelesaian perselisihan hubungan industrial, sebab hal seperti ini dapat terjadi di setiap perusahaan dan merupakan bagian dari sebuah proses membangun hubungan industrial yang harmonis dan kondusif.


• Republika

Wednesday, November 9, 2011

Ke Depan, Telepon dan Akses internet Gratis

TRI-Ilustrasi

JIMBARAN, KOMPAS.com - Di masa depan, melakukan hubungan telepon atau mengakses internet mungkin akan benar-benar gratis. Pelanggan tidak perlu harus membayar kepada operator telekomunikasi untuk dapat menikmati layanan dasar tersebut.

Hal ini karena akses ke jaringan telekomunikasi bukan lagi menjadi sumber pendapatan utama para operator telekomunikasi. Tren ke depan, operator akan menangguk untung dari layanan dan konten yang berjalan di atas jaringan tersebut.

"Lantas dari mana mereka mendapatkan penghasilan? Bisa dari transaksi yang dilakukan pelanggan atau iklan. Sumber pendapatan diperoleh dari layanan hasil kerja sama dengan pihak ketiga," kata Luc Grimond, Senior Manager Communication Strategy Accenture dalam BATIC 2011 di Avaya Spa and Resort, Jimbaran, Bali, Rabu (9/11/2011).

Ia mengatakan, operator telekomunikasi di seluruh dunia saat ini memang menghadapi tantangan berat untuk mencari sumber pendapatan baru. Hal ini karena ARPU (average revenue per user) atau pendapatan rata-rata yang ditangguk per pelanggan terus mengalami penurunan.

Menurutnya, untuk dapat melipatgandakan pendapatan, konten menjadi salah satu faktor penting. Bahkan, operator harus dapat menyediakan layanan dan konten yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.

"Misalnya ritel, bisa jadi sumber pendapatan baru bagi operator," katanya. Untuk mengakses layanan, pelanggan mungkin tidak dikenakan biaya, namun saat mereka melakukan transaksi, baru dikenakan biaya.

Apa yang disampaikan Luc dibenarkan Indra Utoyo, Chief Information Officer PT Telkom Indonesia. Ia mengatakan, ke depan, tren layanan telekomunikasi memang tidak lagi mengandalkan akses semata. Telkom saat ini juga sudah melakukan ekspansi tidak hanya di bisnis telkomunikasi tapi juga teknologi informasi, media, dan edutainment.

"Layanan dan konten harus di-bundling. Pelanggan cukup bayar flat, tapi bisa bebas mengakses," katanya. Ia mencontohkan layanan musik online Melon dari Telkom. Pelanggan membayar biaya langganan dengan jumlah tertentu untuk bisa mengakses seluruh konten yang ada tanpa dikenakan lagi biaya akses data. Namun, untuk mengunduh konten dikenakan biaya tambahan per transaksi.

Ia mengakui, saat ini biaya akses belum benar-benar gratis bagi pelanggan. Hal ini karena operator masih membutuhkan biaya untuk operasional. Namun, bukan tidak mungkin saat biaya tersebut dikompensasi, misalnya dengan iklan, bukan tidak mungkin biaya akses benar-benar gratis.


• KOMPAS

Monday, October 31, 2011

Konten Nakal, Telkomsel Rugi Rp420 Miliar

Ini terjadi sejak adanya pelarangan layanan premium akibat ulah penyedia konten nakal

Dirut Telkomsel Sarwoto Atmusutarno (heri susanto/vivanews)

VIVAnews
- Direktur Utama Telkomsel, Sarwoto Atmosutarno, menyatakan rendahnya minat pelanggan untuk daftar ulang SMS premium akan mempengaruhi pendapatan perusahaannya. Sejak ada kasus konten provider nakal "sedot pulsa," perusahaannya kehilangan potensi pendapatan sebesar Rp420 miliar.

"Pelanggan yang ingin registrasi ulang sangat kecil dan ini akan sangat mempengaruhi target keuangan bukan saja Telkomsel, tapi juga operator seluler lainnya," kata Sarwoto di sela peluncuran Telkomsel Roaming Internasional Hemat di kapal pesiar Louis Cristal Cruise, Istanbul, Turki, Senin 31 Oktober 2011.

Menurutnya, pelanggan Telkomsel yang selama ini terdaftar aktif menggunakan SMS premium, ring back tone, voice broadcast dan pop-screen, sebanyak 42 juta pelanggan dari total 104 pelanggan Telkomsel.

"Namun kini hanya sekitar 40 ribu pelanggan saja yang melakukan registrasi ulang layanan tersebut per hari," ujarnya. "Kalau jumlah pelanggan yang daftar ulang hanya sedikit, maka akan membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ke depan untuk recovery pelanggan pengguna layanan premium."

Sarwoto menjelaskan, sejak adanya pelarangan layanan premium akibat ulah penyedia konten nakal, Telkomsel kehilangan pendapatan yang sangat besar. "Sekitar Rp420 miliar pada triwulan terakhir 2011," jelasnya.

Berdasarkan catatan, pada kuartal III 2011, Telkomsel membukukan laba bersih sebesar Rp3,52 triliun. Laba ini naik sekitar 12,5 persen dibanding periode yang sama pada 2010 yakni sebesar Rp3,13 triliun. (ren)



• VIVAnews

Friday, October 28, 2011

Operator Seluler se-Asia Kumpul di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.COM - Operator Telekomunikasi se-Asia akan berkumpul di Jakarta, pada acara The Next Billion Conference dengan tema "Developing Effective Telecoms Business Models to Connect the Unconnected and Improve Revenues in Saturated Markets". Acara yang digelar tanggal 1 hingga 3 November 2011 ini digelar di Mandarin Oriental Hotel.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh MEF Mobile, Jakarta dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena Indonesia merupakan pengguna telepon seluler terbesar dengan angka 180 juta pengguna. Indonesia juga memiliki populasi pengguna Facebook terbesar kedua di dunia dengan jumlah 35 juta pengguna.

Konferensi The Next Billion diselenggarakan oleh Beacon Events dan Mastel. Salah satu sponsor dari Indonesia adalah Axis, sebagai wujud komitmen berartisipasi dalam perkembangan industri telekomunikasi.

"Indonesia termasuk wilayah dengan pasar layanan seluler yang perkembangannya paling pesat. Di pasar yang sangat dinamis ini, efektivitas dari suatu regulasi memegang peran penting di berbagai aspek dan mempengaruhi struktur kinerja sektor telekomunikasi yang lebih baik," ujar Aerick Aas, Presiden Direktur dan CEO Axis, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com, Kamis (27/10/2011). Erick akan memberikan seminar seputar perkembangan regulasi dan bagaimana hal ini memungkinkan adanya bisnis model baru industri telekomunikasi.

Konferensi ini akan dihadiri oleh para pemimpin operator besar di Asia, operator internasional yang memiliki keingintahuan tentang Asia, perusahaan penyedia solusi akses inovatif, perusahaan penyedia infrastruktur, jaringan dan perangkat, pembuat keputusan, dan regulator.

Selain seminar, acara akan diisi dengan presentasi 10 menit dari masing-masing pengembang industri telekomunikasi yang memiliki inovasi bisnis model. Sesi tanya-jawab akan melengkapi presentasi tersebut.


• KOMPAS

Monday, October 24, 2011

AXIS selalu Kembalikan Pulsa Pelanggan Korban 'Sedot Pulsa'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - PT AXIS Telekom Indonesia menyatakan hingga kini pihaknya hanya mengganti pulsa pelanggan yang merasa dirugikan senilai Rp 1,7 juta. Terhitung sejak Januari 2011 lalu jumlah pelanggan yang melaporkan pengaduan ke AXIS sekitar 1.100 orang.

"Jumlah pelanggan yang mengadu sejak Januari lalu itu sekitar 1-1,1 persen atau setara seribu orang. Kecil angkanya. Kalau dihitung mencapai Rp 1,7 juta sampai saat ini," kata Head of Regulatory & Government Relations AXIS, Chandra Hawan Aden kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Senin (24/10).

Namun, ia menegaskan penggantian pulsa senilai Rp 1,7 juta tersebut tidak hanya karena adanya SMS (pesan singkat) yang masuk ke kotak masuk (Inbox) pelanggan.

AXIS, ujar Chandra, siap menerima komplain atau pengaduan yang disampaikan oleh para pelanggannya. Jadi, kata dua, setelah melakukan komplain maka AXIS akan langsung mengembalikan pulsanya.


• Republika

1.100 Pelanggan Axis Adukan Pencurian Pulsa

“Kami hanya bekerja sama dengan 45 CP yang terdaftar di BRTI, tidak ada yang blacklist."

Masalah terkait pencurian pulsa terus dipantau oleh seluruh operator. Setiap Rabu, semua operator juga harus melaporkan ke BRTI sudah sampai di mana proses perbaikan yang dilakukan. (theexpiredmeter.com)

VIVAnews
- Isu pencurian pulsa yang marak melanda sejumlah pengguna layanan operator telekomunikasi juga ternyata terjadi pada pelanggan operator GSM Axis. Tercatat, selama tiga bulan terakhir, sejumlah pelanggan telah melaporkan kerugian yang totalnya mencapai Rp1,7 juta.

“Selama 3 bulan belakangan, jumlah pelanggan yang mengadu dengan keluhan terkait pencurian pulsa tersebut mencapai 1.100 pelanggan dari seluruh pelanggan Axis yang kini jumlahnya mencapai 16 juta,” kata Chandra Hawan Aden, Head of Regulatory and Government Relations Axis Telekom Indonesia di Jakarta, 24 Oktober 2011.

Chandra menyebutkan, rendahnya jumlah aduan ini karena pihaknya memiliki kebijakan tidak bekerja sama dengan terlampau banyak penyedia konten (content provider). “Kami hanya bekerja sama dengan 45 CP yang terdaftar di BRTI,” kata Chandra. “CP itu juga tidak ada yang masuk blacklist.”

Dari sejumlah pengguna yang melakukan pengaduan, kata Chandra, setelah melakukan pemeriksaan terhadap data pelanggan, Axis telah mengembalikan pulsa pengguna yang memang dirugikan. “Prosesnya tidak sulit karena memang kami menyimpan data mereka selama 3 bulan terakhir,” ucapnya.

Selain itu, Chandra menyebutkan, masalah terkait pencurian pulsa tersebut hanyalah kesalahan pada kontrol saja. Meski demikian, terkait isu ini, seluruh operator, termasuk Axis akan terus melakukan pemantauan. “Setiap Rabu, semua operator juga harus melaporkan ke BRTI sudah sampai di mana proses perbaikan yang dilakukan,” ucapnya. (kd)



• VIVAnews

Tuesday, October 18, 2011

Cara Stop SMS Premium di Telkomsel

Telkomsel. TEMPO/Tri Handiyatno

TEMPO Interaktif
, Jakarta - Operator Telkomsel menyediakan direct menu bebas pulsa *111# dan *116# untuk menghentikan kiriman SMS Premium.

Dua menu itu dapat dipakai untuk mengetahui info konten sekaligus cara men-deaktivasi layanannya. Bagi pengguna kartuHALO dapat mengakses *111#, sedangkan *116# untuk pelanggan simPATI dan Kartu As.

"Ini inisiatif Telkomsel dalam menanggapi maraknya isu penyalahgunaan SMS akhir-akhir ini,” kata General Manager Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra dalam keterangan resminya, Selasa, 18 Oktober 2011.

Menurut Ricardo, layanan direct access melalui *111# dan *116# melengkapi mekanisme berhenti berlanggan SMS Premium yang sudah ada selama ini, yakni lewat pengetikan UNREG. "Fasilitas direct access juga bisa digunakan untuk mengecek konten apa saja yang aktif di ponsel pelanggan," ujar dia.

Untuk berhenti berlangganan SMS Premium di menu *111# dan *116#, pelanggan dapat memilih menu nomor 3, yakni "Info Konten Anda". Setelah itu pilih menu nomor 2, yakni "Berhenti Berlangganan".

Sedangkan untuk mengetahui informasi layanan konten yang sedang aktif, pelanggan dapat memilih menu nomor 1.

Kemarin sepuluh operator seluler yang tergabung dalam Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) sepakat menghentikan penawaran layanan SMS Premium mulai hari ini. Langkah ini merupakan tanggapan operator atas surat edaran Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.

Ketua Umum ATSI Sarwoto Atmosutarno mengatakan jenis layanan SMS Premium yang dihentikan adalah SMS broadcast, pop-screen, dan voice broadcast.

Selain melalui direct access tadi, Telkomsel juga menyediakan jalur penonaktifan layanan SMS Premium di sejumlah akses bebas pulsa, seperti 111, 116, email cs@telkomsel.co.id, dan kantor GraPARI.(IQBAL MUHTAROM)



• TEMPOInteraktif

Monday, October 17, 2011

SMS Premium, Operator Nikmati Rp 3-4 Triliun

TEMPO Interaktif, Jakarta - Perusahaan operator seluler memperoleh pendapatan sekitar Rp 3-4 triliun dari layanan SMS Premium yang bekerja sama dengan penyedia konten.

Ketua Umum Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia Sarwoto Atmosutarno mengatakan dari total pendapatan seluruh operator yang berkisar antara Rp 90-100 triliun sumbangan dari layanan SMS premium sekitar 7 persen.

Itu pun, kata dia, masih harus dibagi 40:60 persen dengan content provider. “Ya, jadi sekitar Rp 3-4 triliun,” kata Sarwoto di Jakarta, Senin, 17 Oktober 2011.

Penyataan tersebut disampaikan menanggapi tudingan yang menyebutkan operator seluler menikmati Rp 100 triliun dari bisnis layanan SMS premium. "Itu tidak benar. Kami semua kan perusahaan terbuka," katanya.

Pendapatan content provider pun, lanjut dia, juga tidak banyak. Sebab dari hasil bagi dengan operator, yang jumlahnya antara Rp 3-4 triliun tersebut, mesti diperebutkan dengan content provider yang jumlahnya ada 400 perusahaan. “Mereka itu masih dalam tahap developing,” katanya.

Namun anehnya Sarwoto mengakui bahwa pendapatan dari layanan content provider itu justru mengalami pertumbuhan yang tinggi melebihi layanan SMS dan suara. Bahkan pertumbuhan layanan content provider ini mencapai 50 persen per tahun. “Kalau ditanya growth-nya ya cukup tinggi dibanding jualan voice ataupun sms,” kata Sarwoto yang juga Direktur Utama Telkomsel ini.

Karena itu, kata Sarwoto, perusahaan operator seluler akan membina perusahaan-perusahaan content provider tersebut. Menurut dia, bisnis content provider ini bagian dari industri kreatif yang penting untuk dibina.

"Mereka itu kelompok kreatif, kami wajib mengarahkan jangan sampai terjadi kesalahpahaman dan ketidakwajaran,” katanya.(IQBAL MUHTAROM)


• TEMPOInteraktif

Sunday, October 16, 2011

6 Poin Penjelasan Kominfo Terkait Penghentian SMS Premium

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan penjelasan terkait Surat Edaran (SE) tentang penghentian layanan SMS premium yang diterbitkan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) per tanggal 14 Oktober 2011.

"Saya ingin menjernihkan informasi yang beredar terkait masalah SE BRTI," tulis Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Minggu (16/10/2011).

Dalam penjelasannya, ada enam poin yang disampaikan Kominfo.

1. Memang benar bahwa pada tanggal 14 Oktober 2011 telah dikirimkan SE No. 177/BRTI/2011 dari Ketua BRTI kepada para Direktur Utama dari 10 penyelenggara seluler dan fixed wireless access (FWA). SE tersebut merupakan suatu paket instruksi BRTI terkait dengan kualitas layanan jasa pesan premium.

2. SE BRTI tersebut merupakan salah satu bentuk respon konkret BRTI dan Kominfo terhadap concern dan keprihatinan yang sangat mendalam dari Komisi I DPR RI dan juga terkait dengan makin berkembangnya masyarakat yang merasa dirugikan oleh sejumlah layanan jasa pesan premium yang menyediakan layanannya secara sepihak, yang jelas-jelas melanggar ketentuan yang diatur secara tegas dalam Peraturan Menkominfo No 1/PER/M.KOMINFO/01/2009 tentang Penyelenggaraan Jasa Pesan Premium dan Pengiriman Jasa Pesan Singkat (SMS) ke Banyak Tujuan (Broadcast).

3. SE ini hanya merupakan salah satu langkah konkret yang akan ditempuh oleh BRTI dan Kominfo untuk menuntaskan masalah ini secara komprehensif. Setelah ini mungkin akan ada sejumlah langkah konkret lainnya. Namun demikian, SE ini hendaknya dipahami secara broader bahwa ada sejumlah tahapan instruksi yang hrs dipatuhi oleh penyelenggara telekomunikasi. Artinya, memang benar bahwa deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa 18 Okt 2011 tengah malam jam 00.00, kecuali untuk layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal sesuai peraturan yang ada.

Pengecualian ini perlu dipertegas karena sesuai dengan Peraturan Menkominfo No. 9/PER/M.KOMINFO/06/2010 tentang Perubahan Keenam Atas Keputusan Menteri Perhubungan No. KM 4 Tahun 2001 Tentang Penetapan Rencana Dasar Teknis Nasional 2000 Pembangunan Telekomunikasi Nasional, maka terdapat beberapa layanan publik yang tetap dapat terus digunakan seperti nomor 5 digit (14xyz) untuk layanan jasa perbankan, 3 digit (11x) untuk panggilan darurat, dan lainnya.

4. Instruksi penghentian penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/voice broadcast semata-mata untuk penataan kembali secara total jasa pesan premium sampai dengan waktu yang akan ditentukan kemudian. Sehingga masyarakat akan dapat dikembalikan kepercayaannya pada regulator bahwa BRTI sangat serius menangani masalah tersebut.

5. Meski tenggat waktu deaktivasi/unregistrasi ini sangat pendek, namun BRTI dan Kominfo sangat berharap penyelenggara telekomunikasi mematuhinya secara konsisten sesuai ketentuan yang berlaku.

6. BRTI dan Kominfo akan secara intensif memonitor tingkat kepatuhan para penyelenggara telekomunikasi, dan menginformasikan secara berkala pada masyarakat.( rou / eno )


• detikInet

SMS Premium Distop Agar Masyarakat Tenang

Jakarta - Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) telah mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh operator agar menghentikan layanan SMS premium kepada pelanggan. Langkah reaktif ini dilakukan demi menenangkan gejolak masyarakat.

"Untuk sementara waktu, SMS premium terpaksa kami hentikan dulu. Ini demi menenangkan keresahan di masyarakat," kata Ketua BRTI Syukri Batubara saat dikonfirmasi detikINET.

Dalam surat yang diedarkan oleh BRTI, seluruh operator telekomunikasi diperintahkan untuk melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa tengah malam per tanggal 18 Oktober 2011.

Penghentian ini berlaku untuk semua layanan jasa pesan premium, kecuali untuk public services dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal, dengan memberikan notifikasi deaktivasi dan informasi cara registrasi ulang bagi pengguna yang berminat tanpa dikenakan biaya apapun.

Syukri sendiri mengaku telah menandatangani surat keputusan terkait penghentian layanan SMS premiun tersebut per tanggal 14 Oktober 2011. Menurutnya, tindakan ini baru langkah awal. "Kami masih terus membahas tentang metode pengembalian pulsa pelanggan," kata Syukri.( rou / wsh )


• detikInet

Kenapa BRTI Minta Hentikan Semua SMS Premium?

Jakarta - Tidak semua SMS Premium adalah 'pencuri pulsa', namun BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) telah mengeluarkan surat edaran agar para operator menghentikan penawaran seluruh SMS premium.

Apa alasan di balik regulasi yang cukup keras ini? Rupanya, dengan meminta operator menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast serta melakukan unregistrasi semua layanan jasa pesan premium, diharapkan tidak ada lagi pulsa masyarakat yang terus tercuri.

"Ini untuk memastikan argo pulsa untuk SMS premium berhenti cukup dengan satu kali unreg yang dilakukan oleh operator. Nanti masyarakat yang masih berminat bisa mendaftar kembali," kata Nonot Harsono, anggota BRTI kepada detikINET, Sabtu (15/10/2011).

Apakah Semua CP Nakal?

Nonot menyatakan bukan berarti dengan instruksi tersebut BRTI menyamaratakan seluruh CP sebagai pelaku usaha yang nakal. Namun sebagai cara yang dipandang paling tepat dan cepat agar pencurian pulsa yang dialami masyarakat tidak terjadi lagi.

Menurut Nonot, pihak content provider sendiri masih bisa mempromosikan kegiatan usahanya tanpa harus melalui SMS broadcast/pop screen/ voice broadcast. Misalnya dengan promosi di baliho atau di media massa.

Mengenai tindakan hukum yang akan dilakukan terhadap CP yang selama ini diduga mencuri pulsa masyarakat, Nonot menyatakan masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Fokus utama BRTI pada saat ini adalah menghentikan aksi pencurian pulsa.

"Soalnya ada ratusan CP yang ada di sini dan mereka melakukan berbagai macam cara dalam menawarkan konten," kata Nonot.

Nonot menambahkan para operator sudah seharusnya mematuhi instruksi yang dikeluarkan oleh BRTI. Kalau tidak, mereka akan mendapat malu sendiri di mata masyarakat dan mungkin juga akan mendapatkan sanksi tertentu.( fyk / wsh )



• detikInet

Saturday, October 15, 2011

Pengungkapan Kasus Penyedotan Pulsa Rumit dan Butuh Waktu Lama

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG--Jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Barat menyatakan, upaya pengungkapan indikasi kecurangan yang dilakukan pihak penyedia jasa telekomunikasi atau provider membutuhkan waktu dan rumit.

Kabag Humas Polda Sumbar AKBP Kawedar di Padang, Jumat, menyebutkan, pengungkapan kasus yang kini mengemuka di tengah masyarakat tentang pencurian pulsa membutuhkan waktu yang lama karena tergolong rumit.

"Pengungkapan kasus kejahatan dunia maya itu butuh proses yang panjang dan peran dari ahli yang paham tentang teknologi informasi, apalagi ini kasus yang bisa dibilang baru," katanya.

Dia menjelaskan, praktik penyedotan pulsa seperti pada nada sambung pribadi (NSP), iklan yang membohongi publik, atau penyedotan pulsa melalui SMS dikategorikan sebagai kejahatan dunia maya dimana sudah ada undang-undang yang mengaturnya.

Terkait adanya provider "nakal" itu, menurut dia, di Sumbar belum ada laporan dari masyarakat yang disampaikan secara tertulis. Untuk mengantisipasi kasus yang sedang ramai dibicarakan masyarakat itu, pihak Polda Sumbar meminta masyarakat lebih selektif dan jeli dalam memilih provider.

"Menurut saya sudah saatnya dilakukan evaluasi terhadap perusahaan provider yang ada, jika memang menyalahi aturan dan ditemukan adanya indikasi kecurangan dalam layanannya sudah seharusnya dilakukan pencabutan izin usaha," ujar Kawedar.


• Republika

Thursday, October 13, 2011

"Content Provider" Dilarang Pegang Data Pelanggan

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO-Dani (kiri) dari Lingkar Studi Mahasiswa Jakarta mencatat keluhan warga seputar hilangnya pulsa telepon tanpa sebab saat membuka Posko Keliling Pengaduan Pencurian Pulsa Oleh Operator Telekomunikasi di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (2/10/2011). Dalam dua hari, posko tersebut mengumpulkan ratusan keluhan dari warga pelanggan operator telepon. Nantinya keluhan tersebut diserahkan kepada menteri komunikasi dan informasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Umum dan Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S Dewa Broto, mengatakan perusahaan penyedia layanan konten (content provider/CP) tidak berhak memegang data pelanggan berupa call data record (CDR) yang dimiliki pihak operator.

"Saya mau tegaskan bahwa CP dilarang memegang data percakapan pelanggan atau CDR yang dimiliki operator.
-- Gatot Dewa Broto"

Pernyataan Gatot itu sekaligus membantah klaim yang dilakukan perusahaan layanan konten Colibri Networks yang mengaku memegang data percakapan Feri Kuntoro (36), korban pencurian pulsa.

"Saya mau tegaskan bahwa CP dilarang memegang data percakapan pelanggan atau CDR yang dimiliki operator," kata Gatot, Kamis (13/10/2011), saat dihubungi wartawan.

Ketentuan tersebut ada dalam Pasal 40 Undang-undang Telekomunikasi Nomor 36 tahun 1999. Di dalam pasal itu disebutkan pelarangan untuk mengambil atau menyadap data dari pelayanan telekomunikasi. Hanya atas seizin Kapolri, Jaksa Agung, dan penyidik untuk kepentingan penyidikan tindak pidana khusus data tersebut bisa dibuka.

"Tidak boleh sembarangan orang memegang data itu, karena itu rahasia. CP tidak berhak memegang data itu, operator juga tidak bisa memberikannya ke CP. Makanya saya mau klarifikasi pernyataan pihak Colibri," kata Gatot.

Terkait adanya kebocoran data yang sengaja dilakukan antara operator dan perusahaan penyedia layanan konten, Gatot mengaku tidak tahu menahu.

"Kami nggak tahu. Aturan sudah jelas kalau itu tidak boleh. Kalau dengan dalih mereka ada kontrak kerja sama, tetap tidak bisa data konsumen itu pindah tangan ke CP," ujarnya.

Pernyataan Gatot itu bertentangan dengan klaim yang dilakukan kuasa hukum Colibri Networks, Andri W Kusuma, dalam jumpa pers beberapa waktu lalu. Andri mengklaim bahwa pernyataan Feri Kuntoro adalah bohong. Mereka memiliki bukti percakapan Feri yang menunjukkan Feri tidak pernah unreg layanan konten dari Nomor 9133 yang dikelola Colibri Networks.

"Tidak akan mungkin (unreg) gagal, pasti berhasil. Pernyataan (Feri) yang bilang gagal unreg menurut kami sangat bohong atau tidak sesuai fakta," kata Andri.

Andri mengatakan, Colibri Networks sudah mengecek langsung ke CDR terkait data percakapan Feri.

"Kami sudah cek langsung ke call data record (CDR) nomor dia dan ternyata pihak yang melapor ini sudah registrasi secara sukarela terhadap dua layanan kami. Jadi secara sadar dia tahu bahwa layanan itu berbayar," kata Andri.


• KOMPAS

Wednesday, October 12, 2011

Jaringan XL di Bali Sementara Normal

Dampak Gempa

KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO-Siswa dipulangkan cepat menyusul terjadinya gempa di Bali, Kamis (13/10/2011).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa kuat 6,8 Skala Richter (SR) yang mengguncang Bali, Kamis (13/10/2011) siang, sementara belum mengganggu layanan telekomunikasi. Trafik telekomunikasi dari dan ke Bali masih lancar.

Operator seluler PT XL Axiata Tbk, misalnya, menyatakan masih dapat melayani kebutuhan komunikasi pelanggan dengan baik di wilayah Bali.

"Kami sangat bersyukur karena hingga saat ini dapat mengatasi dampak gempa tersebut terhadap jaringan," kata Febriati Nadira, Head of Corporate Communication PT Xl Axiata dalam pesan yang dikirim kepada Kompas.com.

Meski demikian, XL masih terus memonitor kondisi di lokasi untuk mengantisipasi gangguan. Selain itu, XL juga bersiap untuk memberikan bantuan yang mungkin dibutuhkan masyarakat, terutama dari sisi kebutuhan terhadap akses komunikasi, yang diperkirakan bisa meningkat.

Perlu diketahui, layanan XL di Bali didukung oleh sekitar 1.100 BTS baik 2G/3G, sehingga mampu memenuhi kebutuhan sekitar 2 juta pengguna, yang terdiri dari pelanggan dan pendatang/wisatawan di Bali.


• KOMPAS