Showing posts with label Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Bisnis. Show all posts

Wednesday, January 4, 2012

Pengadaan Alutsista Terapkan 'Defense Support Economy'

KRI Kujang-642 (foto Silep-04 Kaskus Miliiter)

Metrotvnews.com, Batam: Kementerian Pertahanan menerapkan prinsip "defense support economy" dalam pengadaan alat utama sistem persenjataan. Untuk itu Kemhan mengundang industri persenjataan nasional untuk turut serta dalam memenuhi kebutuhan persenjataan Tentara Nasional Indonesia.

Wakil Menteri Pertahanan Letjen Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan hal itu dalam kunjungan kerja ke Batam, Rabu (4/1), untuk melihat industri galangan kapal yang ada. Dalam kunjungan sehari itu, Wamenhan juga melihat fasilitas pemeliharaan dan perbaikan yang dimiliki TNI-AL di Mentingi, Tanjung Uban.

"Sebagai bagian pembangunan "minimum essential force", pemerintah memutuskan untuk memperbaiki alutsista yang dimiliki TNI. Hanya saja penguatan pertahanan akan dilakukan sejalan dengan upaya penguatan ekonomi nasional," ujar Sjafrie.

Menurut Wamenhan, harapan bagi turut terdorongnya kegiatan ekonomi dalam pengadaan alutsista bukanlah sesuatu yang mengada-ada, karena industri pertahanan membutuhkan banyak tenaga kerja. Industri-industri galangan kapal yang ada di Batam misalnya, mempekerjakan banyak sarjana perkapalan dan juga lulusan sekolah menengah kejuruan bidang perkapalan.

Sjafrie melihat ada beberapa industri galangan kapal nasional yang mampu memenuhi kebutuhan kapal bagi TNI-AL. Salah satunya PT Palindo Jaya yang sudah menghasilkan dua kapal rudal yakni KRI Clurit dan KRI Kujang.

"Kita melihat bagaimana sarjana-sarjana kita mendapat kesempatan untuk mempraktikkan ilmu mereka. Kita juga bisa mendapatkan kapal yang lebih murah yakni Rp73 miliar untuk satu kapal," kata Sjafrie.

Mengenai penunjukkan industri persenjataan nasional yang akan mendapat kesempatan untuk berperan serta, Kemhan menunjuk Komite Kebijakan Industri Pertahanan untuk melakukan audit. Mantan Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu ditunjuk sebagai Ketua KKIP.

Asisten Perencanaan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda Sumartono menambahkan, TNI-AL membutuhkan sekitar 24 kapal rudal untuk menjaga kawasan Barat Indonesia. Mengenai jadwal pengadaannya, TNI-AL menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki negara.

Dengan kapal yang dilengkapi peluru kendali, Sumartono menilai TNI-AL akan memiliki deteren lebih untuk menjaga wilayah Indonesia. Apalagi peluru kendali yang akan dipasangkan mempunyai jarak tembak hingga 120 km.

Menurut Wamenhan, penguatan TNI-AL menjadi perhatian karena dua pertiga wilayah Indonesia adalah perairan. Selain kapal-kapal permukaan, TNI-AL akan mendapatkan tiga kapal selam.

Tiga kapal selam yang akan diadakan, dibeli dari Korea Selatan. Pilihan Korea Selatan didasarkan atas alih teknologi yang diberikan oleh pihak Korsel. Sekitar 130 ahli perkapalan dari PT PAL dan perguruan tinggi akan ikut terlibat mulai dari desain pembuatan. Kapal selam ketiga bahkan sudah disepakati akan dibuat sepenuhnya di PT PAL Surabaya.(Tom)


Metrotv news

Tuesday, January 3, 2012

2012, Wijaya Karya Makin Serius Garap Proyek Luar Negeri

Jurnas.com | PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berkomitmen untuk makin serius dalam menggarap potensi pengerjaan proyek di luar negeri. Hal tersebut diwujudkan dengan membentuk departemen khusus yang membawahi kinerja proyek baik di kawasan Afrika, Timur Tengah dan Asia Pasifik tersebut.

“Kami baru saja membentuk departemen baru untuk menggarap kinerja di luar negeri," kata Direktur Keuangan WIKA, Ganda Kusuma, di Jakarta, Selasa (3/1).

Jika sebelumnya proyek-proyek di luar negeri masih dikerjakan secara umum dengan menggabungkan pengerjaan kinerja di wilayah, kini sudah terpisah. Dengan begitu WIKA berharapke depan kinerja (di luar negeri) bisa makin fokus dan maksimal.

Ia menambahkan WIKA akan berkoordinasi dengan beberapa anak usaha WIKA yang sudah terlebih dulu terlibat dalam proyek luar negeri.

Usai berdiri secara terpisah, General Manager (GM) Dalam Negeri WIKA, Destiawan, mengaku telah bersiap mengembangkan proyek WIKA ke sejumlah negara, seperti Saudi Arabia, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar dan juga Tunisia.

Saat ini, proyek luar negeri WIKA masih tersebar di tiga negara, yaitu proyek pembangunan jalan di Aljazair, beberapa jalan dan jembatan di Timor Leste serta pembangunan gedung perbelanjaan di Libya yang akhirnya terhenti pasca meletusnya konflik yang terjadi di negara tersebut.

“Di Aljazair kami sudah selesaikan pembangunan jalan sepanjang 200 km. Investasinya sebesar US$120 juta. Untuk tahun ini mau kami lanjutkan 100 km lagi, namun masih menunggu kepastian dari konsorsium Jepang, karena kami dapat proyeknya (subcontractor) dari mereka. Kalau jadi, investasinya sekitar US$20-an juta,” tutur Destiawan.

Sementara untuk potensi proyek ke depan yang akan segera dijajaki, lanjut Destiawan, WIKA akan segera menindaklanjuti potensi penggarapan beberapa proyek di Qatar. Potensi tersebut tak lepas dari persiapan negara tersebut yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2022 mendatang.

“Akan ada banyak proyek pembangunan jalan dan infrastruktur di Qatar untuk melengkapi stadion-stadion yang juga mau dibangun. Total potensi yang ada (di Qatar) sekitar Rp60 triliun, tapi di tahap awal mereka mau membuka tender untuk Rp25-an triliun dulu. Ini yang sedang kami kaji. Kalau memungkinkan, kami ikut," tegas Destiawan.


Jurnas.com

Friday, December 16, 2011

Data Center "Hijau" di Bogor Siap Beroperasi Awal 2012

biznettechnovillage.com - ilustrasi Biznet Technovillage

JAKARTA, KOMPAS.com - Biznet Networks akan mengoperasikan Biznet TechnoVillage pada Februari 2012 mendatang. Tempat tersebut merupakan lokasi data center baru bagi Biznet ke depan.

President Direktur Biznet Networks Adi Kusma menjelaskan Biznet TechnoVillage ini dibangun pada lahan seluas 15.000 meter persegi di area sekitar Gunung Putri Bogor, sekitar 30 km dari Jakarta. Sekitar 6.000 meter persegi akan digunakan untuk gedung perkantoran.

"Sisanya sekitar 9.000 meter persegi digunakan untuk lokasi data center. Di sana akan dapat menampung 2.000 rak data center," kata Adi di sela-sela konferensi pers Boost Conference di Hotel Intercontinental, Jakarta, Jumat (16/12/2011).

Adi mengklaim bahwa Biznet TechnoVillage dibangun dengan konsep green building. Meski masih mendapat suplai tenaga listrik dari PLN sekitar 20 MW.

Gedung data center ini bakal dilengkapi dengan genset kinetik berteknologi Diesel rotary uninterruptible power supply (DRUPS) yang memungkinkan sambungan listrik, setelah listrik utama padam, tersedia hanya dalam waktu dua detik.

Adi mengaku teknologi tersebut langsung diimpor dari Belgia. Teknologi ini juga tidak perlu memakai baterai sebagai penyimpanan listrik saat listrik padam. Sehingga lebih hemat energi.

"Bayangkan saja jika dengan teknologi biasa, satu meter data center bisa menghabiskan listrik sama dengan 10 meter ruang perkantoran," jelasnya.

Adi mengaku investasi untuk membangun data center ini mendekati Rp 500 miliar. Data center baru ini akan menjadi pelengkap data center Biznet di Jakarta.


KOMPAS

Saturday, November 12, 2011

Biznet Technovillage, Proyek Data Center Ambisius

INILAH.COM, Jakarta - Proyek seluas dua hektar di Cibubur Jawa Barat menjadi salah satu ambisi dari Biznet Network untuk membangun data center di Indonesia yang diberi nama Biznet Technovillage.

Data Center One itu telah melalui tahapan topping off yang digelar secara resmi di hari istimewa jum'at (11 11 11), dengan tema: Topping Off Ceremony Data Center One di kawasan Riverside, Cibubur, Jawa Barat. Bangunan ini diperuntukan back up system data center perusahaan yang kian hari semakin besar dan penting.

Presiden Direktur Biznet Adi Kusma mengungkapkan, fasilitas terbaru yang diperkirakan rampung pada Februari 2012 itu mampu menampung hingga 2.000 rak. Jauh lebih besar kapasitasnya dibandingkan data center pertama yang hanya mampu menampung 200 rak. Perusahaan menyiapkan investasi untuk bisnis data center di Indonesia ini senilai Rp350 miliar.

Perusahaan perusahaan operator penyelenggara telekomunikasi dan multimedia di bawah bendera PT Supra Primatama Nusantara itu menargetkan pada tahun pertama bisa menggaet 200-300 perusahaan yang menyewa fasilitas data center. Biznet rencananya akan mengenakan tariff US$1.000-1.500 per bulan.

“Fasilitas yang kami bangun sekaligus mengantisipasi kebutuhan perusahaan dalam back up system data center. Terutama di industri keuangan dan perbankan,” paparnya. Apalagi BI mengharuskan bank swasta asing dan nasional memiliki back up system server yang berjarak minimal 40 km dari kantor pusat, apabila kantor pusat berlokasi di Jakarta. Ini untuk menjamin keamanan database perusahaan saat terjadi bencana alam.

Biznet telah menyiapkan jaringan kabel serat optik dengan akses data hingga 10 gigabyte per second (Gbps) untuk mendukung layana data center ini. Rencananya perseroan akan menambah jaringan kabel optiknya menjadi 20 ribu kilometer hingga akhir 2012dari saat ini yang baru mencapai 2.500 km.

Pembangunan kawasan data center ini cukup menggiurkan bagi pendapatan perseroan. Saat ini jumlah pelanggan Biznet mencapai 15.000 pelanggan, baik pelanggan korporasi maupun ritel. Dengan ekspansi ini perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan dan pelanggan 40%-45% tahun depan.

Tak heran jika Biznet berani menargetkan proyek ini akan mencapai break event point (BEP) pada tahun kelima. Hal ini berdasarkan asumsi, apabila jumlah permintaan terhadap data center terus meningkat setiap tahun,

Tak hanya menggiurkan dari sisi bisnis. Tempat ini diharapkan dapat menjadi sarana penelitian, telekomunikasi, media dan perusahaan outsourcing operasi untuk kantor, pusat penelitian, produksi media, pusat outsourcing, dan fasilitas back up.

Selain itu pusat data ini juga dibangun dengan konsep ramah lingkungan yang unik dipadu dengan teknologi tinggi. Bangunan baru ini merupakan hasil rancangan Andra Matin bersama arsitek lansekap dunia Denise Salinger dari St Legere Desain Internasional. Tak hanya itu, fasilitas ini juga akan disuplai dari pembangkit listrik milik sendiri dengan kapasitas 20 megawatt.

Biznet serius menggarap fasilitas data center ini seiring makin tingginya permintaan komputasi awan di Indonesia. Hal ini menjawab dengan aktivitas perusahaan domestik yang mulai melakukan efisiensi di bidang data center.

Lewat komputasi awan perusahaan dapat memanfaatkan akses yang bisa dilakukan pelanggannya melalui jaringan internet. Sehingga pengguna dalam hal ini perusahaan-perusahaan tidak perlu berinvestasi server.

Saat ini tidak banyak perusahaan yang serius menggarap fasilitas data center ini. Selain Biznet, ada juga bisnis data center milik PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM). Telkomsigma berencana membangun data center di lahan seluas 12 ribu meter persegi dengan luas server room mencapai 15 ribu meter persegi. [mdr]


Inilah

Wednesday, October 26, 2011

Dahlan Iskan: Jangan Ganggu PT DI

Kompas/Didit Putra Erlangga-Menteri BUMN, Dahlan Iskan, yang ditemui di Bandung, Rabu (26/10/2011).


BANDUNG, KOMPAS.com Menteri BUMN Dahlan Iskan meminta kepada semua pihak agar tidak mengganggu PT Dirgantara Indonesia yang sedang berupaya bangkit dari keterpurukan.

Pemesanan sembilan unit pesawat CN295 oleh Kementerian Pertahanan merupakan momen berharga untuk menyehatkan industri kedirgantaraan nasional.

"Biarkan PT DI memfokuskan perhatiannya untuk menyelesaikan pemesanan. Jangan minta mereka mengurusi hal lain sehingga bisa mengganggu hasilnya," ujar Dahlan yang ditemui seusai kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke PT DI di Bandung, Rabu (26/10/2011).

Dahlan beralasan PT DI harus bekerja keras untuk memulihkan citranya. Dengan merampungkan tepat waktu, otomatis reputasinya bisa kembali pulih sebagai perusahaan yang kompeten di bidang kedirgantaraan.

Pemesanan sembilan unit pesawat CN295 ditandatangani pada Rabu yang akan dirampungkan hingga tahun 2014. Untuk pengadaan tersebut, pemerintah menyiapkan dana sebesar 325 juta dollar Amerika Serikat. Menurut Dahlan, uang itu tidak akan turun di muka, tetapi bakal bertahap.

"Agar PT DI punya modal bekerja, saya juga mengupayakan agar mereka mendapatkan kredit dari BRI sebesar Rp 1 triliun. Semoga dengan ini mereka bisa kembali bekerja memenuhi pesanan," katanya.

Pada akhir jumpa pers, Dahlan sempat bertukar pujian kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro. Dia menyebut Purnomo juru selamat PT DI karena hanya Kementerian Pertahanan yang masih percaya dengan memesan pesawat kepada PT DI.

Padahal, sebelumnya, PT DI memiliki ekuitas negatif akibat utang yang menumpuk sehingga tidak bisa mengikuti tender di dalam ataupun luar negeri.

Pujian Dahlan langsung dikembalikan Purnomo yang menyebut Dahlan sebagai tokoh pers yang lebih memahami permasalahan di PT DI.


KOMPAS

Friday, October 21, 2011

Lima Startup Dapat Beasiswa Founder Institute

SparxUp Awards 2011

Jakarta, KOMPAS.com - Pada malam puncak kompetisi SparxUp Award 2011 yang turut diselenggarakan oleh Kompas.com, semalam (21/10/2011), sebanyak lima startup berhasil meraih beasiswa dari Founder Institute. Founder Institure adalah sebuah lembaga yang bercita-cita meng-global-kan Silicon Valley, mendidik para startup dalam bisnis digital sehingga bisa membangun bisnis yang inovatif dan menguntungkan.

Sejumlah startup yang dinyatakan meraih beasiswa tersebut adalah Bistip.com yang merupakan media sosial titip menitip barang, Andtechnology.mobi yang dalam ajang SparxUp hadir dengan produknya Blink Control, Pesandulu.com yang merupakan situs jual beli dengan sistem preorder, situs desain berbasis crowd sourcing Sribu.com, dan terakhir adalah mesin pencari belanja online Telunjuk.com.

Chairman SparxUp Award 2011 Herman Kwok mengatakan, "Kelima pemenang sudah kami pilih berdasarkan hasil pitching yang telah dilakukan di hari sebelumnya (Kamis, 20/10/2011). Yang terpilih sebagai penerima beasiswa Founder Institute ini adalah mereka yang nilainya termasuk lima yang paling teratas."

Herman menjelaskan, penilaian oleh dewan juri didasarkan pada inovasi, bisnis model, dan kemampuan pengimplementasian. Ia menilai bahwa beberapa produk startup cukup bagus, misalnya Bistip.com yang dinilai sangat orisinal dan lokal. Penilaian juri, kata Herman, bisa dipertanggungjawabkan dan diaudit bila perlu.

StartUp yang mendapatkan beasiswa Founder Institute pada dasarnya akan memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan entrepreneurship. Dalam empat kali pertemuan dalam sebulan selama empat bulan, para startup akan dibekali dengan materi untuk mengembangkan bisnis dan beberapa kasus.

Para startup juga bisa mengajukan bisnisnya sebagai salah satu kasus yang dikaji. "Para startup akan mendapat pengetahuan dan masukan dari pakar dan startup yang ada di sana.Yang paling penting juga adalah soal mental, bagaimanaya menghadapi kompetisi dan mengembangkan bisnisnya," ungkap Herman yang ditemui Kompas.com usai malam penghargaan.

Herman menambahkan, para startup nantinya juga bisa belajar tentang bisnis model. Soal kualitas karya startup dalam SparxUp kali ini, Herman mengatakan bahwa karyanya semakin orisinal dan punya potensi besar untuk dikembangkan. Dengan program Founder Institute, para startup yang berkesempatan mengikutinya diharapkan semakin matang baik dalam inovasi produk maupun usaha monetizing.


KOMPAS

Monday, October 17, 2011

Sekarang Singapura, Selanjutnya Filipina dan Malaysia

Dealgoing.com

SINGAPURA, KOMPAS.com – Dealgoing.com, situs agregator kupon diskon Indonesia meluncurkan layanannya di Singapura, dengan alamat http://sg.dealgoing.com/ pada 11 Oktober 2011 lalu. Singapura menjadi tempat peluncuran kedua dari wilayah Asia yang akan menjadi target pasar Dealgoing.com karena angka penetrasi Internet serta antusiasme masyarakat Singapura dalam berbelanja online.

“Berdasarkan riset Paypal tahun 2011, 87 persen dari jumlah pengguna Internet di Asia merupakan konsumen belanja online dan Singapura adalah salah satu dari sepuluh negara di Asia dengan pertumbuhan e-commerce paling cepat,” Jelas Edward Kim, pendiri Dealgoing.com.

Scott Choi, CEO dari Dealgoing Singapura menambahkan, online shopping merupakan kegiatan Internet nomor tiga tertinggi yang dilakukan oleh para wanita di Singapura, di samping blogging dan social networking.

Saat ini, website 'kupon diskon' yang menjadi mitra DealGoing di Singapura seperti Deal.com.sg, Outlet, Jigocity, Tip-It, Urban Journery, Big Deal, Bighooha dan social commerce lainnya, sudah bisa tampil di halaman Dealgoing.com.

Dalam rilis yang dipublikasikan, DealGoing menyatakan, selain mengembangkan layanannya di Singapura, DealGoing juga akan membuat aplikasi untuk iPhone dan Android, serta Blackberry. Untuk saat ini, layanan mobile dealgoing di http://m.dealgoing.com/ baru bisa untuk wilayah Indonesia.

Layanan DealGoing.com di dua negara berikutnya, Filipina dan Malaysia secara berurutan akan diluncurkan akhir Oktober dan awal November 2011, dilanjutkan Thailand dan Vietnam. Selain itu, DealGoing.com juga akan mengembangkan bisnis brand shop, shopping mall, dan hot sale info.


KOMPAS

Sunday, October 16, 2011

Belanja Iklan Mobile Indonesia Teratas Di Asia Tenggara

Shutterstock-Ilustrasi

KOMPAS.com - Tren penerapan mobile marketing oleh para pemegang brand dan praktisi marketing terus meningkat sepanjang tahun 2011 ini. Ini berdasarkan laporan empat bulanan terbaru dari BuzzCity.

BuzzCity adalah perusahaan media mobile yang manawarkan akses kepada pemilik brand dan biro iklan ke jaringan iklan global di mobile Internet. Jaringan tersebut terdiri dari para penerbit (publisher) dari seluruh dunia.

Pada kuartal ketiga 2011 ini, jaringan BuzzCity tumbuh sebesar 11% dan sebanyak 20 negara peringkat atas menyumbang 78% (26,2 miliar iklan) dari total pemasangan iklan. Selain itu, permintaan untuk konten lokal yang relevan telah menyebabkan peningkatan laba pemilik situs/publisher.

Laporan BuzzCity menunjukkan bahwa pada kuartal ketiga tahun 2011 ini, terdapat lebih dari 33,6 miliar banner iklan ditayangkan di seluruh jaringan BuzzCity yang terdiri dari 8100 situs publisher dan sanggup menjangkau lebih dari 300 juta pengguna per bulannya.

Melanjutkan peningkatan penayangan iklan di semester pertama tahun 2011, saat ini ada lima pasar utama yang memberikan jumlah pemasangan iklan lebih dari satu miliar iklan per kuartal yaitu India, Indonesia, Amerika Serikat, dan Vietnam serta satu negara pendatang baru yang bergabung dengan 'Billion Club’, Brasil.

Pasar Asia Tenggara menyumbangkan 21% dari total iklan global kuartal yang lalu. Sementara Indonesia masih bertengger di puncak pasar. Meski Vietnam, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura terus melaju dengan pertumbuhan angka tiga digit dibandingkan tahun lalu.

Untuk produsen handset, Nokia mempertahankan posisi teratas (52%) sebagai merek handset paling populer untuk mengakses Internet, diikuti oleh BlackBerry di tempat kedua (11%) dan Samsung (10%).

Pasar penting lain yang disorot termasuk:

  • Arab Saudi, yang mencapai kesuksesan di enam kuartal berturut-turut dalam pertumbuhan iklan dan merupakan pesaing dekat untuk ‘Billion Club’ selama beberapa bulan mendatang. Kampanye mobile didorong oleh permintaan untuk konten hiburan.
  • Inggris, satu-satunya pasar utama di mana BlackBerry mendominasi sebagai handset terkemuka, dengan pertumbuhan 71,7%. Kampanye di Inggris didorong oleh promosi besar-besaran konten aplikasi.
  • Polandia, yang meraih peningkatan 69% dalam iklan mobile kuartal ini, dengan total 370 juta iklan, dibandingkan pencapaiannya yang hanya 98 juta di keseluruhan tahun 2010.
  • Turki, sekarang ini menayangkan lebih dari 350 juta banner per kuartal. Hingga saat ini trafik iklan mobile-nya per tahun ini sudah lebih dari dua kali lipat dari total di tahun 2010.

"Kami sangat senang bahwa selain pertumbuhan trafik iklan, bagian belanja iklan mobile semakin meningkat.“ kata Dr KF Lai, CEO BuzzCity.".

Di Thailand, Indonesia, Amerika Serikat, dan Inggris, dengan harga iklan yang lumayan baik memberi kesempatan bagi pemilik situs untuk meningkatkan layanan web lokal dan kualitas konten yang relevan – guna membangun kesetiaan pengguna dan memastikan pendapatan mereka berkelanjutan.

"Pengiklan semakin tertarik kepada pengguna mobile di Indonesia dan ini telah membuat pasar Indonesia menjadi sebuah lahan yang subur untuk iklan mobile. Harga CPC yang stabil sepanjang tahun ini membuat perencanaan dan penganggaran kampanye menjadi lebih mudah bagi para pengiklan. Hal ini menyebabkan lebih banyak promosi dan keuntungan yang lebih tinggi serta konsisten bagi para pemilik situs di Indonesia.", ujar Dr KF Lai menambahkan.


KOMPAS

Saturday, October 15, 2011

Pilih Ketua Umum, Hipmi Gunakan BlackBerry

Aplikasi Blackberry HIPMI

KOMPAS.com — Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) akan mengadakan musyawarah nasional dengan agenda utama pemilihan ketua umum periode 2011-2014. Ada yang berbeda dari pemilihan ketua umum kali ini, Hipmi akan menggunakan aplikasi BlackBerry sebagai alat voting.

Untuk pemilihan ketua umum periode mendatang ini, Hipmi memutuskan untuk menggunakan metode voting baru. Mereka akan menggunakan mobile apps sebagai alat voting. Untuk ini, mereka meminta 7Langit untuk membuat aplikasi voting ini.

7Langit adalah perusahaan pengembang aplikasi BlackBerry asal Indonesia yang berkomitmen untuk menciptakan aplikasi-aplikasi yang bermanfaat. Telah banyak aplikasi BlackBerry yang dibuat oleh 7Langit, seperti Quran with Indonesian Translation, GempaLoka, DompetDhuafa, Garuda di BB-ku, dan banyak lagi lainnya.

Dengan fitur voting kandidat sebagai andalan, aplikasi Munas XIV Hipmi ini bisa digunakan menjadi alat kampanye para calon ketua umum. Perolehan voting juga disajikan dengan pie-chart, yang juga memuat perolehan voting secara harian maupun total.

Namun, tentu saja tidak hanya fitur voting terkontrol "satu hari satu vote" yang dipunyai aplikasi ini. Beberapa fitur lainnya, seperti profil kandidat lengkap dengan visi dan misi, jadwal acara, dan berbagai info tentang kegiatan-kegiatan Hipmi, juga melengkapi aplikasi ini.

Aplikasi yang diberi nama "Munas Hipmi on BlackBerry" dirancang untuk dapat digunakan di handset BlackBerry yang menggunakan OS BB versi 5, 6, dan 7. Pembuatan aplikasi voting khusus ini dipimpin langsung oleh Titi Rusdi, CEO 7Langit, yang juga pengusaha muda wanita yang turut tergabung dalam Hipmi.

Pembuatan aplikasi ini adalah wujud dukungan 7Langit dalam menyukseskan pelaksanaan Munas XIV Hipmi yang akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan berlangsung di Makassar pada 17-20 Oktober 2011.


KOMPAS